Desa Kampung Naga adalah desa tradisional di Tasikmalaya, Jawa Barat. Masyarakat Kampung Naga masih sangat patuh terhadap ajaran leluhur dan kepercayaan terhadap Makrokosmos. Mereka hidup bersamaan dengan alam dan tetap menjaga keselarasan lingkungan. Desa Kampung Naga yang dibangun dengan material kayu pernah dibumihanguskan dan dibangun kembali pada tahun 1956 dan tetap mengikuti aturan adat. Pada tahun 2009, Kampung Naga pernah diguncang gempa namun tidak ada kerusakan yang berarti pada bangunan rumah Kampung Naga. Penelitian ini ingin mengungkap konsep pemikiran mereka dalam merencanakan kawasan desa dan juga pegkonstruksian sehingga bangunan kayu mampu bertahan lebih dari 60 tahun terhadap perubahan cuaca dan lingkungan. Hasil analisa secara rasional menunjukan bahwa kepercayaan Makrokosmos, hidup bersama alam menjadi faktor perusak seperti memperlakukan air, rayap, asap beracun, namun dapat bergeser makna menjadi karunia yang dapat hidup berdampingan hingga sekarang tanpa harus menyingkirkan atau mengalahkan satu dan lainnya.
Copyrights © 2020