AbstrakNoncommunicable Disease (NCD) masih menjadi penyebab kematian terbesar di dunia termasuk di negara berkembang seperti Indonesia. Dua faktor risiko nonmetabolik dan metabolik utama yang dapat dimodifikasi adalah aktiivas fisik dan obesitas. Penurunan tingkat aktivitas fisik dan peningkatan obesitas makin meningkat pada remaja termasuk mahasiswa. Mahasiswa kedokteran berperan penting sebagai role model penerapan gaya hidup sehat, sehingga perlu diketahui hubungan aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh (IMT) pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (PS SKed FKUB). Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Total 295 mahasiswa menjadi subjek penelitian yang ditentukan secara purposive sampling hingga jumlah minimal sample terpenuhi. Tingkat aktivitias fisik ditentukan dengan menggunakan IPAQ (International Physical Activity Questionnaire) dan IMT ditentukan secara tidak langsung melalui Kuisioner terstruktur yang diisi secara mandiri. Sebagian besar respoden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang (42%) dan IMT normal (68%). Tidak di dapatkan hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan IMT melalui analisis uji Chi square (p > 0,05). Perlu diteliti faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap IMT.Â
Copyrights © 2020