Riskawati, Yhusi Karina
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN KETERAMPILAN KLINIS DI KEPANITERAAN UMUM TERHADAP TINGKAT KESIAPAN MAHASISWA KEDOKTERAN MELAKUKAN KETERAMPILAN KLINIS DI TAHAP PROFESI Riskawati, Yhusi Karina; Novita, Khuznita Dasa; Pangestuti, Dwiretno; Indradmojo, Christyaji; Septiani, Nila Dwi; Tanesa, Gita; Syamsiatin, Salis Zainah
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.17

Abstract

Pembelajaran keterampilan klinis selama tahap akademik dan Objective Structural Clinical Examination (OSCE) dengan metode simulasi berbeda dengan situasi yang nyata terhadap pasien pada tahap Profesi. Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh pembelajaran dan penilaian keterampilan klinis yang dinilai menggunakan perubahan persepsi kesiapan melakukan keterampilan klinis sebelum dan sesudah menjalani kepaniteraan umum dibandingkan ketika menjalani tahap Profesi. Studi Kohort dilakukan dengan menggunakan kuisioner persepsi tingkat kesiapan mahasiswa melakukan keterampilan klinis yang diberikan sebelum, setelah Panum dan saat awal Profesi. Jumlah responden dalam penelitian ini 126 mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Universitas Brawijaya tahun ke-4. Hasil menunjukkan peningkatan kesiapan mahasiswa dalam melakukan keterampilan klinis sebelum dengan sesudah kepaniteraan umum/Panum (35,45,5 dan 39,26,0; p<0,05), namun tidak terjadi peningkatan ataupun penurunan kesiapan sesudah Panum dengan kesiapan di awal tahap Profesi (39,26,0 dan 39,26,1; p>0,05). Tidak ada hubungan signifikan nilai OSCE Panum dengan kesiapan mahasiswa dalam melakukan keterampilan klinis di tahap Profesi melalui uji korelasi Spearman-Rho (p>0,05). Proses pembelajaran keterampilan klinis di kepaniteraan umum berpengaruh positif meningkatkan kesiapan melakukan keterampilan klinis sebelum menjalani tahap Profesi hingga awal tahap Profesi. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara nilai OSCE Panum dengan kesiapan mahasiswa dalam melakukan keterampilan klinis di awal tahap Profesi. Perlu di lakukan modifikasi model pembelajaran keterampilan klinis untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam melakukan keterampilan klinis pada tahap Profesi.
HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN INDEKS MASSA TUBUH MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Riskawati, Yhusi Karina; Savitri, Kania Aviandi; Ramdani, Putri Raessy; Mufid, Abdul Fattah
Majalah Kesehatan FKUB Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2020.007.04.3

Abstract

AbstrakNoncommunicable Disease (NCD) masih menjadi penyebab kematian terbesar di dunia termasuk di negara berkembang seperti Indonesia. Dua faktor risiko nonmetabolik dan metabolik utama yang dapat dimodifikasi adalah aktiivas fisik dan obesitas.  Penurunan tingkat aktivitas fisik dan peningkatan obesitas makin meningkat pada remaja termasuk mahasiswa.  Mahasiswa kedokteran berperan penting sebagai role model penerapan gaya hidup sehat, sehingga perlu diketahui hubungan aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh (IMT) pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (PS SKed FKUB). Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Total 295 mahasiswa menjadi subjek penelitian yang ditentukan secara purposive sampling hingga jumlah minimal sample terpenuhi. Tingkat aktivitias fisik ditentukan dengan menggunakan IPAQ (International Physical Activity Questionnaire) dan IMT ditentukan secara tidak langsung melalui Kuisioner terstruktur yang diisi secara mandiri. Sebagian besar respoden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang (42%) dan IMT normal (68%).  Tidak di dapatkan hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan IMT melalui analisis uji Chi square (p > 0,05). Perlu diteliti faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap IMT. 
Correlation of physical activity with cognition and mental health in medical students Riskawati, Yhusi Karina; Rastramadhani, Faresa Aulia; Mulyani, Henny; Rindradi, Ridha Saniyyah; Mahendra, Muhammad Isa; Indradmojo, Christyaji; Nur, Aswaty
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 4: December 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i4.23150

Abstract

Low physical activity increases the number of non-communicable diseases. This phenomenon occurs in medical students. This study aimed to determine the correlation between sedentary behavior and physical activity on cognition, mental health, cortisol, and brain derived neurotropic factor (BDNF). Using a cross-sectional design of observational study, eighty-six medical students were involved in this study. The subjects were interviewed to assess cognitive function and depression levels. Saliva was taken to measure cortisol and BDNF level. Bivariate analysis was performed using the Spearman test. Depression is the only variable that correlates significantly with habitual physical activity (p=0.025, r=-0.214). Sedentary behavior has a weak correlation with cognitive failure, anxiety, and depression ([p=0.046, r=0.216]; [p=0.039, r=0.223]; [p=0.011, r=0.273]). The results found that high physical activity improves mental health and cognition. This study suggested that physical activity can alleviate symptoms of depression and anxiety among medical students.