Wajib kepada orang-orang yang beriman harus mengindahkan pemahaman yang menyimpang tentang doa sebagaimana yang diceritakan dalam AlquranSemua orang yang beriman yang membaca Alquranmemikul tanggung jawab atas perintah-perintah yang ada didalamnya, Allah memberikan peringatan kepada orang-orang yang beriman dan mejelaskan bahwa dia menginginkan agar hambanya berdo’a dalam setiap aspek kehidupan. Namun pada praktiknya orang-orang banyak menyalahi baik dalam pemahaman maupun praktik doa sehingga tidak sedikit orang yang bedoa hatinya dicampurkan dengan kemusrikan.Penafsiran Ibnu Kathῑr mengenai ayat doa, bahwasanya doa itu ibadah yang wajib dilaksanakan oleh orang yang bertakwa kepada-Nya berdalil dengan ayat dari Alquransurat al-Baqarah ayat 186, sedangkan Hamka lebih mempertegas lagi anjuran untuk berdoa agar lebih memahami dulu arti ayat dari kandungan Alquran sebelum berdoa tujuan agar lebih khusyuk dalam mengenal Allah Swt berdalail surat al-Mu’min ayat 60, kedua mufasir menafsirkan ayat doa dengan tafsirannya dan pendapat para ulama terdahulu dan sedikit memakai redaksinya sendiri. Perbedaan: adapun perbedaanya: adalah Terkait dengan ayat doa Ibnu Kathῑr menafsirkan Alqurandengan Alquran(ayat doa dengan ayat yang lain yang masih ada kaitannya dengan ayat-ayat doa) menafsirkan Alqurandengan as-Sunnah. Sedangkan tafsir al-Azhar: memelihara sebaik-baiknya hubungan antara Naql dan Akal (Riwayah dan Dirayah) Hamka tidak hanya semata-mata mengutip atau menukil ulama terdahulu.
Copyrights © 2017