Majalah Komunikasi Massa
Vol 1, No 2 (2020): Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa

PENGGUNAAN TANDA PAGAR TWITTER SEBAGAI ORKESTRASI OPINI

Karman Karman (Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Jl. Medan Merdeka Barat No.9 Jakarta Pusat)



Article Info

Publish Date
02 Feb 2021

Abstract

Artikel ini membahas penggunaan tanda pagar dalam Twitter dalam politik di Indonesia (pemilihan presiden tahun 2019).  idealnya, pengguna Twitter menggunakan tanda pagar untuk membicarakan topik yang sesuai dengan nama tanda pagar. Namun, Mereka menggunakan tanda pagar, dalam konteks pemilihan presiden 2019, untuk pesan-pesan yang tidak berkaitan dengan nama tanda pagar itu sendiri. Tulisan ini menunjukkan bahwa penggunaan tanda pagar tidak dimanfaatkan untuk mendiskusikan pesan dalam topik tertentu. Pengguna Twitter memanfaatkan tanda pagar untuk menjadikan tanda pagar dalam posisi topik trending. Pengguna Twitter dari masing-masing pendukung kandidat presiden mengompetisikan tanda pagar Nama tanda pagar tidak memiliki relevansi dengan isi substansi isi pesan. Masing-masing kelompok yang memberikan dukungan kepada salah satu calon presiden memiliki aktor pemuka pendapat, baik akun asli atau akun anonim. Tanda pagar dalam konteks politik digunakan untuk orkestrasi opini publik. Pemuka pendapat dalam tanda pagar tertentu seperti halnya dirigen dalam paduan suara yang memandu buzzers. Mereka yang terlibat dalam tanda pagar sering kali menunjukkan aktivitas yang tidak otentik. Dalam penutup, artikel ini memberikan implikasi metodologi jika tanda pagar digunakan untuk unit analis dalam penelitian. Persoalan metodologi tanda pagar adalah  populasi yang tidak jelas, parameter interaksi yang problematik.Kata Kunci: Tanda Pagar, Twitter, Orkestrasi Pendapat.

Copyrights © 2020