Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola saluran pemasaran, fungsi pemasaran dari tiap lembaga pemasaran, besar biaya pemasaran, marjin pemasaran, dan farmer's share juga mengetahui tingkat efisiensi pemasaran dari tiap lembaga pemasaran belimbing di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode kualitatif berupa analisis deskriptif untuk analisis pola saluran pemasaran dan fungsi pemasaran, dan kuantitatif untuk analisis biaya, marjin pemasaran, dan efisiensi pemasaran dari tiap saluran pemasaran. Penentuan sampel dilakukan secara purposive dengan responden sebanyak 30 petani yang tersebar di Kelurahan Rangkapan Jaya dan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Hasil penelitian menunjukkan: terdapat lima saluran pemasaran. Saluran I: Petani - Konsumen, saluran II: Petani - Pedagang Pengecer (toko buah) - Konsumen, saluran III: Petani - Tengkulak - Pedagang Besar - Pedagang Pengecer (pasar tradisional) - Konsumen, saluran IV: Petani - Tengkulak - Pedagang Besar - Supplier - Pedagang Pengecer (swalayan) - Konsumen, dan saluran V: Petani - Supplier - Pedagang Pengecer (swalayan) – Konsumen. Tiap lembaga pemasaran melakukan fungsi pemasaran yang berbeda. Biaya pemasaran dan marjin pemasaran paling tinggi dilakukan oleh saluran IV yaitu sebesar Rp 1.811,- dan Rp 17.400,-. Saluran pemasaran I adalah yang paling efisien dilihat dari farmer’s share dan marjin pemasaran. Saluran pemasaran yang disarankan penelitian ini adalah saluran II dan III yang memiliki farmer’s share 84 persen dan 51 persen. Sebaiknya petani melakukan strategi pemasaran campuran dengan mengkombinasi saluran pemasaran yang digunakan agar dapat meningkatkan farmer’s share dan mengurangi marjin pemasaran.
Copyrights © 2021