Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pendidikan kesehatan tentang anemia dan pemenuhan kebutuhan gizi remaja dalam kaitannya dengan kesehatan reproduksi remaja di SMPN 10 Kota Tangerang ASRY NOVIANTY; Fatimah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v4i1.411

Abstract

Angka kejadian anemia di Indonesia masih cukup tinggi. Data prevalensi anemia pada remaja sebesar 32%, artinya 3-4 dari 10 remaja menderita anemia. Hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan asupan gizi yang tidak optimal dan kurangnya aktifitas fisik. Kesehatan dan status gizi remaja harus dipersiapkan sejak dini, sehingga prediksi Indoonesia mendapatkan bonus demografi pada 2030 mendatang dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang produktif, kreatif dan berdaya saing. Salah satu masalah kesehatan yang menjadi fokus pemerintah adalah penanggulangan anemia pada remaja. (Riskesdas, 2018) Salah satu masalah yang dihadapi remaja Indonesia adalah masalah gizi mikronutrien, yakni sekitar 12% remaja laki-laki dan 23% remaja perempuan mengalami anemia, yang sebagian besar disebabkan karena kekurangan zat besi. Anemia pada remaja berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja dan produktifitas. Secara khusus anemia yang dialami remaja putri akan berdampak lebih serius, karena mereka adalah para calon ibu yang akan hamil dan melahirkan, sehingga memperbesar risiko kematian ibu melahirkan, bayi premature dan berat bayi lahir rendah. (Kemenkes, 2018) Berdasarkan data yang diperoleh, Jumlah penduduk remaja yaitu 274.342 orang, Cakupan kunjungan remaja ke puskesmas pada tahun 2017 sebanyak 15,89%, masih rendah dibandingkan dengan sasaran, selain itu remaja yang mengalami anemia sebanyak 732 orang, pelayanan di klinik remaja belum optimal disebabkan karena kurangnya sosialisasi klinik remaja dan kurangnya privasi ketika melakukan konseling. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendidikan kesehatan di SMPN 10 Kota Tangerang, setelah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar siswa/i mengerti pentingnya mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang sesuai kebutuhan masa remaja. (Profil Kes.Kab.Tangerang, 2017) Kata kunci: Remaja, Anemia, Gizi
The Importance of Building Spiritual Health by The Application of Islamic Psychology in Life Fatimah Fatimah; Masyitoh Masyitoh; Suherman Suherman; Nur Romdhona; Dihartawan Dihartawan
Indonesian Journal of Islam and Public Health Vol. 2 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Islam and Public Health
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhamamdiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.704 KB) | DOI: 10.53947/ijiph.v2i2.333

Abstract

Spiritual intelligence is the ability to interpret and find the purpose of life by using one's own inner resources and strength due to attachment to God. Aspects measured include self-awareness, idealism, effort in dealing with difficulties, openness, assertiveness, critical thinking or asking why, and responsiveness. Humans who reach spiritual maturity will prefer friendship with all. In addition, the human being is very liked by the people around him, because this human who has matured spiritually is able to provide fresh air that cools the people around him. Those who have spiritual intelligence, will not feel hopeless or tired in the activities they do. The Islamic conception of spirituality is different from the western conception which distinguishes spirituality from religion. The concept of ad-din is the umbrella of spirituality. In the context of Islam, there is no spirituality without religious beliefs, teachings, and deeds. Religion is a system of life (way of life) that provides a spiritual path for the salvation of the world and the hereafter.
Islamic Perspective on Adolescent Smoking Behaviour Sutanto Priyo Hastono; Fatimah Fatimah; Triana Srisantyorini; Muhammad Farid Hamzens; Iswan Iswan
Indonesian Journal of Islam and Public Health Vol. 2 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Islam and Public Health
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhamamdiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.193 KB) | DOI: 10.53947/ijiph.v2i2.335

Abstract

Indonesia is the third country with the largest number of smokers in the world after China and India. An increase in cigarette consumption is associated with an increase in the burden of disease due to smoking and an increase in the death rate due to smoking. It is estimated that the mortality rate of smokers in the world will reach 10 million people and 70% of them will come from developing countries by 2030. The results of the Basic Health Research (Riskesdas) show that the increase in the prevalence of smoking in the population aged 10-18 years with the age of 10 years has increased from the original 28.8% in 2013 to 29.3% in 2018. The purpose of this study is to examine some of the literature on Islamic perspectives on adolescent smoking behavior. This study uses a literature review method where the researcher conducts a series of studies involving various kinds of information from the literature such as journals and theses. The results of research from various sources indicate that adolescents who smoke do not know the side effects of the dangers of smoking behavior. Because basically they just follow the association made by peers. As parents, educators (teachers) naturally contribute to solving deviant behavior in adolescents. Islam recommends several approaches in solving these problems, for example, inculcating religious values, education for children, personality formation and good advice (mau'izhah hasanah).
PENINGKATAN PERAN KADER MELALUI EDUKASI DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KEMAYORAN JAKARTA PUSAT Revinel Revinel; Fatimah Fatimah; Heri Rosyati; Fini Fajrini; Nur Nadila Khoiriyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13478

Abstract

Abstrak: Berdasarkan data badan Pusat Statistik (BPS) di Provinsi DKI, bayi dengan ASI eksklusif sebesar 70,86% tahun 2020, belum mencapai target Nasional sebesar 80%. Upaya dilakukan untuk peningkatan status gizi bayi dengan pemberian ASI-Eksklusif dan Makanan Pendamping-ASI (MP-ASI). Tujuan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam upaya pencegahan stunting bagi kader kesehatan dan ibu hamil posyandu Wijaya Kusuma I dan II dan dilaksanakan di Klinik Pratama Auditya Medika. Metode ceramah, diskusi dan demonstrasi, materi yang diberikan Peduli ASI Eksklusif dan PM-ASI Generasi Cerdas Bebas Stunting. Media power point, lembar balik, booklet, banner dan alat peraga. Dihadirkan 14 kader kesehatan dan 3 ibu hamil dengan Indikator keberhasilan dari hasil pre-test dan post-test, dilakukan sebelum dan sesudah pemberian materi. Hasil terdapatnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dengan hasil pre-test 89,8% dan post-test 90,9%. Pemberian edukasi efektif agar kader kesehatan dan ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pemberian ASI-Esklusif dan PM-ASI sehat.Abstract: According to data from DKI Province’s Central Statistics Agency (BPS), babies with exclusive breastfeeding are 70.86% in 2020, yet to reach the nasional target 80%.. Efforts were made to improve the nutritional status of infants by providing exclusive breastfeeding and complementary foods (MP-ASI). The aim is to increase the knowledge and skills to prevent stunting for health cadres and pregnant women at Wijaya Kusuma I and II Posyandu in Clinic of Pratama Auditya Medika. Methods of lectures, discussions, and demonstrations, the material provided is Exclusive Breastfeeding Care and Stunting Free Smart Generation PM-ASI. Power point media, flipcharts, booklets, banners and props. 14 health cadres and 3 pregnant women were present with indicators of success, carried out before and after giving the material. The result is an increase knowledge and skills with pre-test 89.8% and post-test 90.9%. Effective education should be made so that health cadres and pregnant women can increase their knowledge and skills about exclusive breastfeeding and healthy PM-ASI.
ANALISIS PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, BATITA BEBAS STUNTING Revinel Revinel; Fatimah Fatimah; Siti Nurhasiyah Jamil; Nur Nadila Khoiriyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v12i2.2076

Abstract

Analisis Pemberian Asi Eksklusif, Batita Bebas Stunting. Persentase pemberian ASI eksklusif pada bayi berusia 0 – 6 bulan sebesar 71,58% tahun 2020, adanya perbaikan dari tahun sebelumnya sebesar 69,62%, sedangkan di daerah DKI Jakarta memberikan ASI Eksklusif sebesar 65,63%, di bawah cakupan nasional. Air Susu Ibu (ASI) sangat berperan dalam pemenuhan asupan gizi yang cukup terhadap tumbuh kembang anak, sehingga anak terhindar dari malnutrisi dan stunting. Tujuan penelitian ini menganalisis pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian batita bebas Stunting di Puskesmas Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat. Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan desain kohort retrospektif, melakukan pengamatan ke belakang. Informasi pemberian ASI Ekskluif diperoleh dari observasi atau wawancara terstruktur, stunting tetapkan dengan antropometri terstandar. Hasil penelitian dari 101 batita, yang mendapatkan ASI Eksklusif sebesar 63 (62,4%), prevalensi stunting pada anak batita 12 (11,8%). Dari 12 batita mengalami stunting 8 (66,7%) yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif, dan stunting mendapatkan ASI Eksklusif 4(33,3%). Analisis bivariat menggunakan chi-square dengan nilai p=0,03 (p>0,05) ada hubungan signifikan pemberian ASI ekaklusif secara optimal dampak terhadap kejadian Stunting pada Batita
PNEUMONIA COVID-19 SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN IBU SELAMA PANDEMI COVID-19 Dewi Purnamawati; Nia Astarina Setyaningsih; Nurfadhilah Nurfadhilah; Fatimah Fatimah; Mizna Sabila; Arum Ariasih
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 13 No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 13 NOMOR 1 TAHUN 2022
Publisher : IAKMI South Tangerang Branch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/jkr.v13i1.38

Abstract

Abstract Latar belakang: Pandemi Covid-19 meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas ibu, baik selama periode kehamilan, persalinan dan nifas. Walaupun informasi tentang infeksi Covid-19 dalam hubungannya dengan kehamilan dan janin serta risiko terhadap kematian ibu masih terbatas, namun ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi  dibandingkan dengan populasi umum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pneumonia covid pada ibu hamil, bersalin dan nifas sebagai faktor risiko kematian ibu selama pandemi Covid-19. Metode: Penelitian menggunakan desain kasus kontrol dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:1. Kasus adalah kematian ibu dan kontrol adalah ibu yang hidup selama periode  pandemi Covid-19 tahun 2021. Populasi adalah ibu hamil, bersalin dan nifas di RSUD Cibinong dengan jumlah sampel 200 responden. Data dikumpulkan menggunakan data rekam medis dan dianalisis secara multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 22% ibu mengalami pneumonia covid, dan 88,6% dari ibu yang mengalami penumonia covid meninggal. Pemodelan multivariat menunjukkan bahwa pneumonia covid, pre-eklamsia, anemia dan pendidikan ibu secara simultan berhubungan dengan kematian ibu selama pandemi Covid-19 (p value=0,0001; Negerkerke R Square 0,440). Pneumonia covid adalah faktor risiko yang paling berhubungan dengan kematian ibu selama pandemi Covid-19 (p value=0,004; OR=4,59; 95%CI=1,621-13,025). Kesimpulan: Ibu dengan pneumonia covid memiliki peluang 4,59 kali untuk mengalami kematian selama pandemi Covid-19. Perlu peningkatan kewaspadaan pada kelompok rentan, khususnya ibu hamil yang terdiagnosis covid, baik dalam upaya pencegahan dan penatalaksanaan untuk mengurangi mortalitas pada ibu hamil, bersalin dan nifas.
The Relationship of Knowledge and Attitude of Pregnant Mothers Anemia Trimester III with Compliance with Fe Tablet Consumption in Pasar Kemis Community Health Center, Tangerang Regency Fatimah Fatimah; Alvina Yasmine Yusuf; Fauza Rizqiya; Revinel Revinel; Tria Astika Endah Permatasari
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.281 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1936

Abstract

According to 2019 World Health Organization (WHO) data, the Maternal Mortality Rate (MMR) in developing countries associated with anemia in pregnancy due to iron deficiency is 44.3%. One of the most common causes of pregnancy is iron deficiency. This study aims to determine the relationship between compliance to the consumption of Fe tablets in third-trimester pregnant women with knowledge, attitudes, motivation, frequency of ANC, family support, and the role of health workers. This study uses a quantitative method with a cross-sectional approach. Sampling by purposive sampling. The population in this study amounted to 100 respondents. Data collection was collected by distributing printed questionnaires to pregnant women. The research instrument consisted of a questionnaire about the compliance of pregnant women in consuming iron tablets, knowledge, motivation, attitudes, frequency of ANC, family support, and the role of health workers. The results showed that there was a relationship between pregnant women's compliance with knowledge of p-value (0.000), motivation (0.000), attitude (0.000), ANC frequency p-value (0.011), family support (0.002), and the role of health workers (0.000). There is still a lack of compliance among pregnant women in consuming iron tablets at Pasar Kemis Community Health Center, Tangerang Regency as many as 41 people (41.0%).Abstrak: Menurut data World Health Organization (WHO) 2019, Angka Kematian Ibu (AKI) di Negara berkembang yang terkait oleh anemia pada kehamilan dikarenakan difisiensi zat besi sebesar 44,3%. Penyebab paling umum dari kehamilan salah satunya adalah kekurangan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi tablet fe pada ibu hamil trimester III dengan pengetahua, sikap, motivasi, frekuensi ANC, dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantiatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Populasi pada penelitian ini berjumlah 100 responden. Pengumpulan data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner cetak kepada ibu hamil. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner tentang kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi, pengetahuan, motivasi, sikap, frekuensi ANC, dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan Ibu hamil dengan pengetahuan p-value (0,000), motivasi (0,000), sikap (0,000, frekuensi ANC p-value (0,011), dukungan keluarga (0,002) dan peran tenaga kesehatan (0,000). Masih kurangnya kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi di Puskesmas Pasar Kemis Kabupaten Tangerang sebanyak 41 orang (41,0%).
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Manajemen Kebersihan Mestruasi Remaja pada Masa Pandemi COVID-19 Aning Subiyatin; Nuryaningsih Nuryaningsih; Fatimah Fatimah; Putri Malika Prastiari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14238

Abstract

Adolescence is a period of transition from children to adulthood, which is marked by menstruation and requires special attention. It is important to practice menstrual hygiene management to prevent reproductive tract infections and other complications. This study aimed to find out how menstrual hygiene management practices and related factors, during the COVID-19 pandemic. The design used in this study was cross-sectional. The sample size was 156 respondents. The dependent variable in this study was menstrual hygiene management practices; while the independent variables were the characteristics of female students, the characteristics of parents of female students, knowledge of menstruation, experience of menstruation and sources of information. Data collection was carried out by interviews and questionnaires. Data analysis was performed by Chi-square test. The results of the analysis showed that most menstrual hygiene management practices were in the good category (55.1%), the majority of female students' knowledge was good (51.9%). The p-value for each factor was knowledge = 0.215, father's education = 0.149, mother's education = 0.009. It was concluded that the practice of managing menstrual hygiene at SMPN 232 had been going well and was related to the mother's education.Keywords: menstruation; menstrual hygiene management; teenager; mother's education ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, yang ditandai dengan menstruasi dan memerlukan perhatian khusus. Manajemen kebersihan menstruasi penting untuk dipraktikkan guna mencegah infeksi saluran reproduksi dan komplikasi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik manajemen kebersihan menstruasi dan faktor yang berhubungan, pada masa pandemi COVID-19. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cross-sectional. Ukuran sampel adalah 156 responden. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah praktik manajemen kebersihan menstruasi; sedangkan variabel independen adalah karakteristik siswi, karakteristik orang tua siswi, pengetahuan menstruasi, pengalaman menstruasi dan sumber informasi.  Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kuisoner. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik manajemen kebersihan menstruasi yang terbanyak adalah dalam kategori baik (55,1%), mayoritas pengetahuan siswi perempuan adalah baik (51,9%). Nilai p untuk masing-masing faktor adalah pengetahuan = 0,215, pendidikan ayah = 0,149 pendidikan ibu = 0,009. Disimpulkan bahwa praktik manajemen kebersihan menstruasi di SMPN 232 berjalan dengan baik dan berhubungan dengan pendidikan ibu. Kata kunci: menstruasi; manajemen kebersihan menstruasi; remaja; pendidikan ibu
PELATIHAN PIJAT BAYI SEHAT BAGI IBU DAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Revinel Revinel; Fatimah Fatimah; Medya Aprilia Astuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19491

Abstract

Abstrak: Mengoptimalkan pertumbuhan pada bayi selain nutrisi yang diberikan oleh ibu, perlu juga di berikan rangsangan stimulasi atau pijat bayi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan melalui pelatihan pijat bayi sebagai upaya pencegahan stunting pada Balita bagi ibu dan kader di posyandu Mekar sari Tugu Utara Koja Jakarta Utara. Metode: Ceramah, pemutaran video dan tanya jawab serta demontrasi. Peserta 19 ibu yang mempunyai bayi dari usia 6 sampai 24 bulan dan 7 orang kader posyandu. Evaluasi yang dilakukan dengan melihat kemampuan ibu dan kader dapat melakukan pijat bayi sehat serta hasil pre-test dan post-test, sebelum dan sesudah diberikan materi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan ibu dengan hasil pre-test 63,2,% dan post-test 84,2% dan kader posyandu hasil Pre-test 57,1% dan post-tes 85,7%. Pemberian pelatihan pijat bayi efektif untuk pemberdayaan ibu dan kader dalam upaya minimalisasi stunting melalui pijat bayi sehat dapat memberikan asuhan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.Abstract: Optimize the baby's growth and development, it also necessary to provide stimulation with baby massage. This community service aims to increase knowledge, understanding, and skills through baby massage training as an effort to prevent stunting in toddlers for mothers and cadres at Posyandu Mekar Sari Tugu Utara Koja. Methods: Lectures, video screenings, questions answers, and demonstrations. The participants were 19 mothers with babies aged 6 to 24 months and 7 posyandu cadres. Evaluation is carried out by looking at the ability of mothers and cadres in massaging healthy babies as well as the results of pretest and posttest, before and after being given the material. The results of this activity showed an increase in the knowledge and abilities of mothers with pretest results of 63.2% and posttest 84.2% and cadres with pretest results of 57.1% and posttest 85.7%. Baby massage training is effective in empowering mothers and cadres to minimize stunting and provide optimal stimulation for children's growth and development. 
Karakteristik dan Pengetahuan Pasien dalam Perawatan Luka Pasca Operasi di Rumah Sakit Islam Jakarta Naryati Naryati; Aisyah Aisyah; Giri Widakdo; Nuraenah Nuraenah; Fatimah Fatimah; M. Arifki Zainaro; Meisya Adelina Dewanti; Rafel Apriansah; Eka Yuli Hartati; Yuliawati Yuliawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.19374

Abstract

ABSTRACT The problem of Surgical Site Infection (SSI) is a problem that may occur due to surgical procedures, it can affect various layers of body tissue, superficial or deep. The incidence of SSI at the Jakarta Islamic Hospital in 2023 reached 16 incidents. This study aims to identify the characteristics and knowledge of patients in post-operative wound care at the Jakarta Islamic Hospital. The research method that will be carried out is simple descriptive with a cross-sectional approach. The results of the study explain that; all respondents totaling 31 respondents who have BPJS as their health insurance, the majority are female 96.8%, the distribution of indications for CS surgery in patients with SSI without indication reaches a proportion of 16.1%, KPD 16.1%, patients with comorbidities DM, hypokalemia, pulmonary TB, thrombocytopenia, and PEB each amounting to 1 person, the majority of patients' childbirth history is the first delivery of 54.2%, patient knowledge about wound care is obtained 25.8%, efforts to seek help are obtained results 83.3%, information needed by patients with SSI is obtained results 6.5% need information about wound care, 9.7. These findings indicate the importance of early education and information/continuous discharge planning with health centers or families in order to increase knowledge in an effort to reduce the risk of infection problems that occur Keywords: Characteristics, knowledge, wound care, Post-Operation ABSTRAK Masalah Infeksi Daerah Operasi (IDO) merupakan masalah yang mungkin terjadi akibat tindakan pembedahan, dapat mengenai berbagai lapisan jaringan tubuh, superfisial atau dalam. Kejadian IDO di Rumah Sakit Islam Jakarta tahun 2023 mencapai 16 kali kejadian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik dan pengetahuan pasien dalam perawatan luka pasca operasi di Rumah Sakit Islam Jakarta. Metode penelitian yang akan dilakukan  dengan deskriptif sederhana dengan pendekatan crossectional. Hasil penelitian menjelaskan bahwa; seluruh responden berjumlah 31 responden yang memiliki BPJS sebagai jaminan kesehatannya, mayoritas berjenis kelamin perempuan 96,8 % , sebaran  indikasi operasi SC pada pasien dengan IDO tanpa indikasi mencapai proporsi 16,1 %  , KPD 16,1% , pasien dengan penyakit penyerta DM, hipokalemi, Tb paru, trombositopenia, dan PEB masing-masing berjumlah 1 orang, riwayat persalinan mayoritas pasien persalinan pertama sebanyak 54,2%  , pengetahuan pasien tentang perawatan luka didapatkan 25,8%, upaya mencari pertolongan didapatkan hasil 83,3%, informasi yang dibutuhkan pasien dengan IDO didapatkan hasil 6,5% membutuhkan informasi tentang perawatan luka, 9,7%. Temuan ini menunjukkan pentingnya edukasi  dini dan informasi/ discharge planning berkelanjutan dengan puskesmas atau keluarga guna meningkatkan pengetahuan dalam upaya mengurangi resiko  masalah infeksi yang terjadi Kata Kunci: Karakteristik, Pengetahuan, Perawatan Luka,Pasca Operasi