Situasi pandemi Covid 19 merupakan masalah yang tidak mudah diselesaikan. Kasus terkonfirmasi positif telah mencapai 300.000 kasus. Menyinergikan komunikasi pemerintah dan publik dalam situasi pandemi Covid 19 bukan hal yang mudah. Berdasarkan analisis teori situational of problem solving ditemukan; pertama, pemerintah dan publik memiliki peran dan tanggungjawab berbeda dalam komunikasi di tengah situasi Pandemi Covid 19. Kedua, terdapat tindakan-tindakan komunikasi baik pada pihak pemerintah dan publik yang harus dikendalikan dalam rangka pemecahan masalah pandemi Covid 19. Peran dan tanggung jawab yang berbeda disini sangat terkait dengan problem recognition, constrain recognition, dan involve recognition yang mempengaruhi motivasi pemecahan masalah. Motivasi dalam pemecahan masalah dan referent criterion secara hipotesis akan mempengaruhi tindakan-tindakan komunikasi dalam pemecahan masalah. Hasil dari penelitian ini yaitu rumusan-rumusan konseptual bagaimana tindakan-tindakan komunikatif dalam pemecahan masalah memiliki kerumitan. Terdapat 3 tipe pembahasan tindakan komunikatif yaitu information acquisition, selection, dan transmission. Dalam konteks information acquisition terdapat dua variabel yaitu Information seeking and information attending. Dalam konteks information selection terdapat dua perilaku yaitu Information forefending dan information permitting. Dalam konteks information transmission terdapat dua perilaku yaitu Information forwarding and information sharing.
Copyrights © 2020