Kajian dalam artikel ini diarahkan pada sikap Komunitas Sedulur Sikep (KSS) terhadap alam. Berdasarkan hasil analisis terhadap beberapa literatur yang membahas KSS, serta wawancara dan observasi peneliti terhadap sikap dan perilaku KSS di wilayah Kudus, Pati, dan Blora maka dapat disimpulkan bahwa KSS memiliki sikap yang sangat mendukung pelestarian alam. Kesimpulan tersebut juga didasarkan pada gagasan kosmologis dalam prinsip-prinsip pengajaran yang dimiliki KSS sebagaimana tercermin dalam teknik pertanian yang memberi kesempatan tanah untuk beristirahat dan sikap menghindari konflik dengan hama. Sikap ramah terhadap lingkungan ini dapat menjadi contoh bagi gereja dan masyarakat dalam bersikap terhadap alam terlebih adanya fakta bahwa kekristenan telah lama dituding terlibat dalam kerusakan lingkungan berdasarkan penafsiran teks-teks Alkitab. Dengan kesadaran terkait masalah-masalah lingkungan hidup maka diperlukan juga sebuah paradigma penafsiran teks-teks Alkitab yang benar-benar mempertimbangkan pelestarian alam.
Copyrights © 2021