Melayu Arts and Performance Journal
Vol 3, No 2 (2020): Melayu Art and Performance Journal

FILM DOKUMENTER “BENA NA NA PIA NA NA NA’A” PADA TRADISI MEMBANGUN RUMAH SUKU BENA

Fentisari Desti Sucipto (Institut Seni Budaya Indonesia Aceh)
Muchammad Rizky Kadafi (, Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, Lampung)



Article Info

Publish Date
01 Oct 2020

Abstract

Bena tribe which originally from Nusa Tenggara Timur is one of the tribe that survive with its own tradition until today. One of their belief is a symbol of their house as a human. Thus, their houses have given name. Every house represents female or male. Since they start to design the house up to finalize the building process, it has 17 steps. Every step has its particular ritual, if they do mistake on the development  process, Bena Belief they will experience the disaster. Their custom is never well- documented, therefore Bena Na Na Pia Na Na Na’a as a documentary film  is designed as a visual archive in the form of video. The artistic research methods using qualitative approach. The data collection used ethic and emic observation, semi structured interview, and visual recording data. The result was analyzed and interpreted as a script, then collaborated using visual data to be a documenter film which inform the ritual, belief and development process of Bena Traditional House.Keywords: Documentary Film entitled Bena, Bena builds house, bena tribe.AbstrakSuku Bena dari Nusa Tenggara Timur merupakan suku yang masih mempertahankan tradisi leluhur hingga saat ini. Salah satunya adalah kepercayaan mengenai rumah sebagai wujud perlambangan manusia. Sehingga rumah di Suku Bena mempunyai nama yang berbeda. Setiap rumah dapat mewakili kaum perempuan maupun kaum laki-laki. Sejak rumah mulai dirancang hingga selesai dibangun terdapat 17 tahapan. Setiap tahapan mempunyai ritual khusus, jika terdapat kesalahan pada ritual, suku Bena percaya bahwa akan terjadi bencana. Adat yang telah diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya terutama dalam konteks membangun rumah dengan segala macam ritual dan kepercayaannya belum pernah didokumentasikan dengan baik secara visual. Oleh karena itu film dokumenter Bena Na Na Pia Na Na Na’a dirancang sebagai arsip visual dalam bentuk video. Metode penelitian artistik ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi emik dan etik, wawancara semi terstruktur serta pendokumentasian secara visual dalam bentuk video. Hasil yang didapat dilakukan analisis dan diterjemahkan menjadi naskah, kemudian dikolaborasikan dengan data visual sehingga menjadi sebuah film dokumenter yang dapat menginformasikan mengenai ritual, kepercayaan dan proses membangun rumah di suku Bena.Kata Kunci: Film Dokumenter Bena, Membangun rumah suku bena, Suku Bena

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

MAPJ

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Melayu Arts and Performance Journal (MAPJ) is the Scientific Journal focusing on the study of performing arts and visual arts, as well as the development of methods for the creation of performing arts and visual ...