Fentisari Desti Sucipto
Institut Seni Budaya Indonesia Aceh

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengembangan Karakter Warga Binaan melalui Tari Rapa’i Geleng di Lembaga Pemasyarakatan Kota Jantho Aceh Besar Nadra Akbar Manalu; Fentisari Desti Sucipto; Tria Ocktarizka; Sartika Br Sembiring
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 4, No 1 (2020): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNI 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.054 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v4i1.15437

Abstract

Dance performance plays an important role in daily life. It is not only showed on the stage but also becomes religious ceremony, therapy media, habitual fellowship, catharsis, and character development. Character development is formed by education to someone.  Character education will inherent a human that has a superior character not only from cognitive aspect but also a good character in this disruption era. Rapa’i Geleng is one of traditional dance from Aceh which can be used as a development character media in Kota Jantho’s correctional institution. The purpose of this research is to develop a character for inmates through Rapa’i Geleng Dance. The method used qualitative through phsycological, religion, and pedagogic approach. Based on the result, there are significant increment in behavior of inmates through arts (Rapa’i Geleng Dance). The increment of behavior is going on the same direction as method of approach that used in this study; Physicological, Religion, and Pedagogic.
FILM DOKUMENTER “BENA NA NA PIA NA NA NA’A” PADA TRADISI MEMBANGUN RUMAH SUKU BENA Fentisari Desti Sucipto; Muchammad Rizky Kadafi
Melayu Arts and Performance Journal Vol 3, No 2 (2020): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v3i2.1333

Abstract

Bena tribe which originally from Nusa Tenggara Timur is one of the tribe that survive with its own tradition until today. One of their belief is a symbol of their house as a human. Thus, their houses have given name. Every house represents female or male. Since they start to design the house up to finalize the building process, it has 17 steps. Every step has its particular ritual, if they do mistake on the development  process, Bena Belief they will experience the disaster. Their custom is never well- documented, therefore Bena Na Na Pia Na Na Na’a as a documentary film  is designed as a visual archive in the form of video. The artistic research methods using qualitative approach. The data collection used ethic and emic observation, semi structured interview, and visual recording data. The result was analyzed and interpreted as a script, then collaborated using visual data to be a documenter film which inform the ritual, belief and development process of Bena Traditional House.Keywords: Documentary Film entitled Bena, Bena builds house, bena tribe.AbstrakSuku Bena dari Nusa Tenggara Timur merupakan suku yang masih mempertahankan tradisi leluhur hingga saat ini. Salah satunya adalah kepercayaan mengenai rumah sebagai wujud perlambangan manusia. Sehingga rumah di Suku Bena mempunyai nama yang berbeda. Setiap rumah dapat mewakili kaum perempuan maupun kaum laki-laki. Sejak rumah mulai dirancang hingga selesai dibangun terdapat 17 tahapan. Setiap tahapan mempunyai ritual khusus, jika terdapat kesalahan pada ritual, suku Bena percaya bahwa akan terjadi bencana. Adat yang telah diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya terutama dalam konteks membangun rumah dengan segala macam ritual dan kepercayaannya belum pernah didokumentasikan dengan baik secara visual. Oleh karena itu film dokumenter Bena Na Na Pia Na Na Na’a dirancang sebagai arsip visual dalam bentuk video. Metode penelitian artistik ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi emik dan etik, wawancara semi terstruktur serta pendokumentasian secara visual dalam bentuk video. Hasil yang didapat dilakukan analisis dan diterjemahkan menjadi naskah, kemudian dikolaborasikan dengan data visual sehingga menjadi sebuah film dokumenter yang dapat menginformasikan mengenai ritual, kepercayaan dan proses membangun rumah di suku Bena.Kata Kunci: Film Dokumenter Bena, Membangun rumah suku bena, Suku Bena
PEMAKNAAN VISUAL PERANGKO BENCANA ALAM TSUNAMI BERDASARKAN TEORI DIFFERANCE JACQUES DERRIDA Fentisari Desti Sucipto; Rino Yuda
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol 3, No 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v3i1.869

Abstract

Bencana alam tsunami yang terjadi di Aceh dan beberapa kota di dunia pada tahun 2004 menyisakan kerugian bukan hanya material melainkan juga psikologi. Banyak bantuan datang dari seluruh Indonesia. PT Pos Indonesia juga berkontribusi untuk membuat suatu kampanye sosial melalui penjualan perangko. Perangko tsunami tersebut pertama kali diterbitkan pada bulan mei 2005. Secara visual, perangko bencana alam tsunami berbeda dengan perangko bencana alam yang juga dikeluarkan oleh PT. Pos Indonesia. Hal ini yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian mengenai pemaknaan perangko utamanya dari cabang dekonstruksi yaitu differance. Kata differance merujuk pada suatu jejak antar sistem tanda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara kepada penyintas tsunami untuk memperoleh gambaran dan juga persepsi subjektif berdasarkan pengalaman empiris terhadap kejadian tsunami. Teknik Analisis menggunakan pengkodean (coding). Hasil dari penelitian ini adalah adanya pemaknaan dalam sistem kepercayaan, sifat dasar manusia dan juga ketegangan politik yang terjadi pada saat itu.Natural disaster, tsunami, occurred in 2004 in Aceh and several cities in the world inflicted heavy losses not only materially, but also psychologically. A lot of help came from all over Indonesia. PT. Pos Indonesia also made contribution to organize a social campaign by selling stamps. The tsunami stamps were first issued in May 2005. Visually, the tsunami stamps were different from other natural disaster stamps that were also issued by PT. Pos Indonesia. This encouraged the researcher to conduct a research on the meaning of stamps, especially from the branch of deconstruction, which was difference. The term difference refers to a trace between sign systems. This was a qualitative research. Data were collected through interview with tsunami survivors in order to obtain overviews and subjective perceptions based on empirical experience on tsunami event. The analysis technique used was coding. This research found that there were meanings in the belief system, human natures, and political tensions occurred at that time.
Seni Tari sebagai Metode Pembinaan di Lapas Kota Jantho Aceh Besar Nadra Akbar Manalu; Fentisari Desti Sucipto; Tria Ocktarizka
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 5, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.391 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v1i1.3429

Abstract

ABSTRAKSeni tari mempunyai peran yang penting dalam kehidupan kita, yaitu sebagai media ekspresi, media komunikasi, media berpikir kreatif, dan media pengembangan bakat. Pelatihan seni tari sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemandirian dan hal positif bagi warga binaan pemasyarakatan. Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Jantho Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh, Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses pembinaan kepada warga binaan pemasyarakatan di Lapas Jantho dalam bidang seni tari Rapa’i Geleng. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain non-eksperimental dengan metode “Ex post facto casual comparative research” di mana akan diobservasi pengaruh dari penerapan metode pembinaan melalui seni tari terhadap perilaku dan sikap dari warga binaan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pembinaan terhadap warga binaan Lapas Kota Jantho tepat sesuai sasaran dan memenuhi ekspektasi penulis. Hasil pembinaan juga memberikan dampak yang positif terhadap warga binaan Lapas Kota Jantho yang ditandai dengan adanya peningkatan karakter, mental, disiplin, rasa gotong-royong, dan kekeluargaan. Selanjutnya, lapas bukanlah sebuah lingkungan yang memaksakan seseorang untuk berada dalam tekanan psikologis. Hal ini dapat dicegah dengan adanya proses pembinaan-pembinaan dan pengembangan karakter terhadap warga lapas. Proses pembinaan ini juga memberikan manfaat yaitu terjalinnya hubungan baik antara ISBI Aceh dan Lembaga Pemasyarakatan Kota Jantho.ABSTRACT Dance performance plays an important role in human life as an expression media, communication media, creative thinking media, and gaining talent media. These include the people who spend their time in prison or inmate. The coaching of dance performance can improve their positive mind and activities especially becoming an autonomous person. The design method used Ex post facto casual comparative research which observed the influence of coaching method through dance performance towards to behavior and attitude of inmates. The conclusion of this research is the coaching method for inmates got a positive impact. Several activities have been applying to maintain their character building. The aim is for preventing them from doing bad things for the second time. Some of those activities are religion life and activities on arts. Prison is not a place where force someone to live in high psychological pressure. It can be prevented by doing the coaching process and character building to the inmates. This process also transferred some relationship beneficial from ISBI Aceh to the Jantho Prison.
PERANCANGAN MASKOT ISBI ACEH SEBAGAI UPAYA PENGUATAN BRAND AWARENESS Rino Yuda; Fentisari Desti Sucipto; Muhammad Ghifari
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 1 (2022): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v11i1.29315

Abstract

Institut Seni Budaya Indonesia Aceh (ISBI Aceh) is the only one an art institution in Aceh. However, the citizen have not yet been aware that institution does exist. On Visual Communication Design study, the case might happen because the society are less awareness toward the brand. So, the negative impact of losing awareness from the society toward one institution is that society’s lost appreciation, society’s low interest to enroll their children at ISBI Aceh and student’s low interest to continue their study at ISBI Aceh. Therefore, designing a mascot is the way to strengthen the brand awareness. The goal of designing a mascot is a tool to promote to society in order to help them easier to remember that ISBI Aceh is exist. Instead of strengthen the Brand awareness, there are some steps to do in the project planning; they are formulation of creative concept, data collecting, data analyzing using SWOT, visual strategic implementation, implementation on the media and launching the mascot in the dorm of the exhibition of design. The result of the design is mascot which is visually inspired from Ceumpala Kuneng bird with several changing. Keywords: ISBI Aceh’s Mascot, brand awareness. AbstrakInstitut Seni Budaya Indonesia Aceh (ISBI Aceh) merupakan satu-satunya Institut berbasis Seni yang ada di Provinsi Aceh. Namun, belum banyak masyarakat Aceh yang mengetahui atau aware bahwa di Aceh sudah ada Institusi Seni. Pada kajian Desain Komunikasi Visual, hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya brand awareness dari masyarakat di Aceh. Dampak negatif jika brand awareness masyarakat terhadap suatu institusi tidak cukup kuat adalah kurangnya apresiasi masyarakat, kurangnya masyarakat yang tertarik untuk mengizinkan anaknya belajar di ISBI Aceh dan kurangnya minat siswa untuk melanjutkan kuliah di ISBI Aceh. Oleh karena itu, untuk memperkuat brand awareness yang ada di Aceh dapat dilakukan dengan merancang maskot. Tujuan dari perancangan maskot selain untuk memperkuat brand awareness juga dapat menjadi salah satu media promosi yang mudah diingat oleh masyarakat. Beberapa tahapan akan dilakukan dalam perancangan ini yaitu perumusan konsep kreatif, mengumpulkan data, analisis data menggunakan analisis SWOT, penerapan strategi visual, implementasi pada media dan peluncuran maskot dalam bentuk pameran desain. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah maskot ISBI Aceh yang secara visual terinspirasi dari burung Ceumpala Kuneng dengan beberapa perubahan unsur visual.    Kata Kunci: Maskot ISBI Aceh, brand awareness. Authors:Rino Yuda : Institut Seni Budaya Indonesia AcehFentisari Desti Sucipto : Institut Seni Budaya Indonesia AcehMuhammad Ghifari : Institut Seni Budaya Indonesia Aceh References: Ardi, R. F., & Wiratama, D. (2018). Perancangan "Si Meton" sebagai Maskot Pilkada Provinsi Nusa Tenggara Barat 2018. Jurnal Imajinasi.Armayuda, E., & Praga, D. R. (2020). Metode Desain dari Brand Menjadi Maskot Berdasarkan Adaptasi Metode Alina Wheeler ke Dalam Model 5M. Andharupa: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia.Christstefannie, N. D., Budiarjo, H., & Riqqoh, A. K. (2018). Perancangan Brand Identity Lembaga Bimbingan UComic Berupa Maskot Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat. Jurnal Desain Komunikasi Visual.Delano, L. R., Gone, J. P., & Fryberg, S. A. (2020). The Psychosocial Effects of Native American Mascots A Comprehensive Review of empirical Research Findings. Race Ethnicity and Education, 613-633.Hotogi, M., & Hagiwara, M. (2015). Analyses of Local Mascot Characters and Proposal of Automatic Character Creation System Using Affective Words. International Journal of Affective Engineering, 299-307.Kusuma, P., Dharsono, Marianto, D., & Guntur. (2020). Maskot Kota Yogyakarta. Mudra, 250-255.Lin, R., Lin, P., & Ko, K. (1999). A Study of Cognitive Human Factors in Mascot Design. International Journal of Industrial ergonomics , 107-122.Mahendra, Y. A., Bahruddin, M., & Sutrisna, A. A. (2015). Perancangan Maskot "Planktoon Fingerboard" Sebagai Upaya Meningkatkan Brand Loyalty. Art Nouveau.Moriarty, S., Mitchell, N., & Wells, W. (2015). Advertising. Jakarta: Cahaya Insan Printing.Perancangan Maskot untuk Memperkuat Identitas Visual Kota Kediri. (2018). Jurnal Sains dan Seni ITS, 48-52.Soewardikoen, D. W. (2019). Metodologi Penelitian Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Kanisius.Wheeler, Alina. (2003). Designing Brand Identity. New Jersey : John Willey & Sons.
Perancangan Maskot Sebagai Identitas Pariwisata Simeulue Rain Nauli; Fentisari Desti Sucipto; Rino Yuda
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol. 6 No. 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v6i1.16497

Abstract

Kabupten Simeulue merupakan salah satu daerah kepulauan yang memiliki beragam keindahan alam yang masih terjaga. Keindahan alam ini menjadi aset penting bagi daerah dalam mempromosikan citra daerah yang lebih baik. Keragaman budaya dan bahasa juga menjadi suatu daya tarik yang tidak kalah hebat. Kehidupan masyarakat yang sederhana, bertika, dan memiliki nilai-nilai moral yang tinggi menjadikan Kabupaten Simeulue sebagai salah satu daerah yang spesial. Dalam membangun dan menjaga kelestarian kekayaan alam yang dimiliki perlu adanya suatu bentuk branding agar bisa memberikan informasi mengenai Kabupaten Simeulue dengan cara yang lebih modern. Bentuk branding yang tepat ialah maskot. Maskot Kabupaten Simeulue yang cocok untuk ditampilkan adalah komoditi yang dimiliki Kabupaten Simeulue, salah satunya adalah lobster. Lobster merupakan komoditi yang dijaga dan dipelihara kearifannya sehingga menjadi satu bentuk promosi untuk citra Kabupaten Simeulue. Untuk merancang maskot yang tepat dalam mempromosikan Kabupaten Simeulue diperlukan data-data yang kuat mengenai pariwisata, budaya, dan juga nilai-nilai yang dimiliki kehidupan masyarakat Kabupaten Simeulue. Dengan adanya komoditi dan mengangkat nilai-nilai budaya, akan menghasilkan suatu branding yang mampu memperkenalkan kekayaan alam daerah, budaya, dan nilai-nilai kemasyarakatan yang dimiliki. Metode perancangan maskot untuk merancang maskot sebagai identitas pariwisata Kabupaten Simeulue menggunakan metode Design Thinking yang bisa mengumpulkan data, mengolah data, dan menerapkan data itu dalam perancangan sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki Kabupaten Simeulue. Design Thinking dibagi dalam 5 tahap yaitu, emphatize, define, ideate, prototype, dan test.
Perancangan Komik Digital Webtoon Sejarah Kepemimpinan Khalid Bin Walid pada Peristiwa Perang Yarmuk Menggunakan Gaya Manhwa untuk Remaja Muhammad Azimi Rohali; Fentisari Desti Sucipto; Mustafa
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol. 6 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v6i02.16612

Abstract

Khalid bin Walid adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang diberikan julukan “Saifullah Al- Maslul” artinya pedang Allah yang terhunus. Khalid bin Walid merupakan sosok yang tidak pernah dikalahkan dalam perang dan yang membuat reputasinya meningkat saat peristiwa Perang Yarmuk yang terjadi pada tahun 636 M. Namun dari pengumpulan data yang diambil banyak orang yang tidak mengetahui sejarah Perang Yarmuk bahkan Khalid bin Walid. Mengetahui hal tersebut, maka dibuatlah perancangan komik sejarah Khalid bin Walid dalam peristiwa Perang Yarmuk ini dengan gaya Manhwa. Manhwa merupakan bahasa yang berasal dari Korea Selatan yang berarti komik. Selain itu sering juga disebut sebagai cara seorang seniman menggambar yang mengarah pada gaya Manhwa yang banyak diminati remaja zaman sekarang. Remaja merupakan perubahan perkembangan antara anak-anak dan orang dewasa.Metode Perancangan yang digunakan dalam pembuatan komik ini ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Perancang dapat memahami proses pembuatan karya sekaligus menganalisis data yang telah didapatkan. Komik telah diimplementasikan pada platform Webtoon agar dapat mudah diakses dan tidak berbayar. Oleh karena itu, Komik yang berjudul “Khalid bin Walid : Pertempuran Yarmuk” ini dapat mencapai target pembaca secara luas dan meningkatkan pemahaman, informasi serta edukasi yang inspiratif tentang Sejarah Islam.Hasil dari perancangan komik yang berjudul “Khalid bin Walid : Pertempuran Yarmuk” ini telah diunggah pada platform Webtoon. Webtoon merupakan tempat baca komik yang mudah diakses dan populer dikalangan remaja serta dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk menambah wawasan dari cerita sejarah yang telah diangkat.
Perancangan Komik “Two Birds” Sebagai Media Edukasi Dampak dari Sexual Harassment untuk Remaja Helma Aina; Fentisari Desti Sucipto; Zuhrahmi
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol. 6 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v6i02.16619

Abstract

Sexual Harassment merupakan aktivitas seksual baik verbal maupun non verbal yang dilakukan oleh lawan jenis maupun sejenis tanpa persetujuan. Angka kasus pelecehan yang terjadi di Indonesia cukup tinggi sekitar 9.645 kasus serta tercatat sekitar 8.615 korban perempuan dan sekitar 1.832 korban laki-laki . Victim Blaming merupakan istilah yang digunakan untuk orang yang menyalahkan korban atas apa yang terjadi. Namun, akibat victim blaming yang ada pada masyarakat membuat para korban terpaksa bungkam yang akhirnya berdampak pada psikis korban. Dampak yang terjadi pada korban tidak hanya bertahan satu atau dua hari tapi bisa berdampak dalam jangka panjang. Karena hal ini, maka dilakukan perancangan komik tentang dampak yang terjadi pada korban pelecehan seksual dengan gaya manhwa. Manhwa merupakan istilah yang digunakan untuk komik Korea dengan gaya semi realis. Metode perancangan yang digunakan dalam pembuatan komik ini adalah ADDIE (analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Perancangan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa empati dari masyarakat terhadap korban dan sebagai media edukasi penyampaian tentang dampak yang korban alami pasca dilecehkan. Hasil dari perancangan ini berupa komik berbasis digital yang berjudul “Two Birds” telah berhasil dipublikasikan melalui platform LINE Webtoon. Komik ini bercerita tentang dua remaja yang memiliki trauma yang sama namun salah satu diantara mereka memilih untuk berdamai dan yang lainnya menyerah.