Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan air irigasi pada pola tanam padi di daerah Irigasi Samal dengan menggunakan software Cropwat versi 8.0. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang dilakukan di jaringan irigasi utama, dengan melihat kondisi lahan (areal persawahan), aktifitas petani dalam memanfaatkan air irigasi, dan pengukuran debit air. Sedangkan analisis yang dilakukan adalah prediksi curah hujan bulanan berdasarkan klasifikasi tipe Iklim Oldeman, menghitung Evapotranspirasi Potensial (metode Penman-monteith), menyusun skenario masa tanam efektif berdasarkan data curah hujan (10 tahun) dan neraca air lahan (metode Thornwhite). Dari hasil penelitian terlihat bahwa surplus air hujan terjadi di bulan Januari sampai Agustus dan akhir November sampai Desember. Sedangkan defisit kadar air tanah dari kapasitas lapang terjadi pada bulan September dan Oktober. Kebutuhan air irigasi (netto) terbesar di sawah terjadi pada bulan Maret dasarian ke 3 dan bulan Oktober dasarian ke 3 sedangkan kebutuhan netto air irigasi daerah irigasi Samal terendah terjadi pada bulan Mei dan Juli. Untuk kebutuhan air terbanyak pada tanggal 15 April/ awal penanaman kebutuhan airnya sebesar 62,6 mm, dan selanjutnya pada tanggal 30 April dan 26 Agustus/67 hari (fase pengisian bulir) sebesar 99,4 mm, dengan total kotor air irigasi yang terpakai adalah sebesar 360,1 mm dari total curah hujan 1023 mm, sedangkan total air irigasi yang terpakai adalah 252,1 mm dari curah hujan efektif 896,8 mm. Periode pemberian air untuk tanaman padi adalah pada bulan September, Oktober, dan awal November
Copyrights © 2021