Bini-bini merupakan peribahasa yang umumnya tidak digunakan oleh masyarakat Thie untuk menggunakanya karena istilahnya yang puitis,simbolis dan metaforis.Tidak semua masyarakat Thie menggunakan peribahasa ini. Berdasarkan wawancara dan observasi, bini-bni biasanya digunakan untuk memberikan nasihat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna denotatif dan konotatif yang digunakan dalam dialek Thie bahasa Rote.Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.Metode kualitatif adalah penelitian dimana menggunakan wawancara, dokumentasi, dan rekaman. Data diambil dari wawancara 5 orang tuaadat di desa Oebatu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap tersebut ditemukan makna konotatif dan makna denotatif. Kata-kata yang bermakna konotasi dalam bini-bini antara lain: tia- tia, ledoh,besi, fai, feo-feo, kambamatan, mbuku, memete, tete’ai, langgasi’u, ladan, lilo, and inabonggin. Secara umum kata konotasi yang ditemukan dalam bini-bini untuk memberikan nasihat kepada pengantin berhubungan dengan hal-hal yang berguna bagi pengantin dan kehidupan pernikahan mereka di masa depan.Dan juga untuk hubungan mereka dengan keluarga besar.Sedangkan kata konotasi digunakan dalam bini-bini dalam memberikan saran kepada anggota keluarga dan terkait dengan hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan.Subyek penelitian adalah kepala adat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pepatah dialek Thie adalah untuk menasehati dan menghibur orang Thie yang mengalami kesedihan dan upacara pernikahan.
Copyrights © 2021