Perubahan zaman yang pesat telah memberikan dampak yang besar pada masyarakat pluralis perkotaan. Hal ini terlihat dari perubahan-perubahan sikap hidup masyarakat yang semula sangat terikat dengan agama, budaya, sekarang telah beralih menjadi masyarakat yang sekuler, yang tidak lagi berpedoman pada nilai dan moral agama. Oleh sebab itu, masyarakat pluralis perkotaan lebih menyukai perkara atau persoalan yang tadinya rumit dengan berbagai upacara dan tatakramanya telah berubah menjadi lebih menyukai persoalan itu menjadi hal yang praktis. Pasangan muda yang menikah akan lebih menyukai upacara yang sederhana daripada harus mengikuti upacara secara adat ataupun agama. Pesta dengan upacara adat biasanya akan memakan waktu seminggu, sedangkan memakai upacara pemberkatan Gerejawi harus terlebih dahulu mengikuti pembinaan pra nikah yang memakan waktu selama tiga bulan.
Copyrights © 2011