Banyak orang Kristen memiliki konsep maupun tindakan yang salah mengenai keselamatan atau soteria. Soteria yang mereka miliki dan cari hanyalah bersifat antroposentris, yang mementingkan diri sendiri atau berpusat kepada dirinya sendiri. Kecenderungannya adalah egois, yang mementingkan diri, pragmatis dan untuk kemuliaannya sendiri. Allah hanyalah sebagai pelengkap atau objek di dalam kehidupannya, yang mana Ia mencukupi dan memenuhi segala yang diingikannya melalui soteria atau keselamatan yang telah diberikan-Nya. Soteria antroposentris ini bertentangan atau kontradiksi dengan soteria yang Allah inginkan, yaitu soteria untuk melakukan dan melaksanakan missio Dei atau misi Allah, semuanya adalah kemuliaan Allah atau soli deo glori. Dengan demikian, tulisan ini ingin merespons soteria antroposentris melalui kekristenan Injili menurut perspektif Reformed[1] untuk memurnikan ajaran yang terdapat di dalam Gereja. [1]Anthony A. Hoekema, Diselamatkan oleh Anugerah (Surabaya: Momentum, 2001) 14.
Copyrights © 2012