Masa dewasa awal merupakan masa bermasalah karena pada masa dewasa awal banyak masalah yang ditimbulkan oleh penyesuaian diri terhadap hal-hal yang berkaitan dengan persiapan menikah. Pihak wanita lebih sering menyesuaikan kebiasaan dari pasangannya khususnya pada awal perkawinan. Wanita yang menikah dengan pasangannya, biasanya akan mengalami kesulitan dalam penyesuaian terhadap segala tingkah laku pasangannya di awal tahun perkawinan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kematangan emosi dengan penyesuaian perkawinan pada dewasa awal di Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 55 perempuan dewasa awal yang sudah menikah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala penyesuaian perkawinan dan kematangan emosi. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis Pearson Product Moment dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPPS) 20.0 For Windows. Hasil penelitian menujukkan bahwa: (1) ada terdapat korelasi yang sangat tinggi dan signifikan antara vareiabel penyesuaian perkawinan dengan variabel kematangan emosi dengan r hitung = 0.978 > nilai r tabel 0.266 dan nilai p = 0.000 (p < 0.050), ada hubungan yang positif dan signifikan antara kematangan emosi dengan penyesuaian perkawinan. Sehingga dapat disimpulkan Semakin baik kematanganemosi yang dimiliki maka semakin baik pula penyesuaian perkawinan yang dimiliki.
Copyrights © 2021