Abstrak. Tindakan vandalisme telah menjamur hampir di seluruh kawasan urban di kota Makassar, khususnya anak lorong Makassar, dimana sebagian besar tindakan ini dilakukan oleh muda-mudi yang kehabisan cara mengisi waktu luang selama pandemi berlangsung. Tindakan ini tidak hanya berdampak pada rusaknya estetika lingkungan, tetapi juga berdampak pada perilaku moral masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, disusunlah program Lorong Bermoral sebagai upaya pencegahan dan penanganan tindakan vandalisme yang kian marak, untuk memenuhi kebutuhan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat agar mampu berkreasi dan produktif mengisi waktu luang mereka melalui karya seni mural dinding edukasi. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya mendidik masyarakat untuk mengjauhi tindakan vandalisme dan mengendalikan waktu luang, tetapi juga mengasah potensi dan bakat seni masyarakat yang secara lebih lanjut dapat dikembangkan. Secara umum, kegiatan ini terdiri atas 3 tahap yakni tahap perencanaan, pelaksanaan kegiatan, pendampingan dan evaluasi. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yakni, 1) Masyarakat telah memahami segala bentuk, faktor dan dampak tindakan vandalisme; 2) Masyarakat telah mengetahui strategi mengelola waktu luang selama pandemi; 3) Masyarakat telah mendapatkan ilmu dan praktik pembuatan seni mural dinding edukasi; 4) Masyarakat mengalami perubahan pemahaman dan perilaku pasca pelatihan. Kata Kunci: Vandalime, Mural Edukasi, Anak Lorong, Bermoral
Copyrights © 2021