JPS
Volume VI, Nomor 2, November 2020

Keba dalam Pembuatan Rumah (Studi pada Masyarakat Cia-Cia Laporo di Kelurahan Bugi, Kota Baubau)

Mirawati Munja Marlina (Universitas Dayanu Ikhsanuddin)
Rustam Awat (Universitas Dayanu Ikhsanuddin)



Article Info

Publish Date
01 Nov 2020

Abstract

Masalah penelitian ini: 1) Bagaimana cara mengetahui rumah masyarakat yang memiliki keba, dan 2) Apakah dampak negatif yang akan dialami oleh masyarakat jika rumahnya terdapat keba. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui rumah yang memiliki keba pada masyarakat Cia-Cia Laporo di Kelurahan Bugi Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau dan dampak negatif yang dialami masyarakat jika rumahnya terdapat keba. Jenis penelitian ini adalah penelitian budaya dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah parabela (ketua adat), moji, pande (tukang dalam pembuatan rumah), kaboghi (orang yang mensarati rumah yang memiliki keba), bhisano kampo (dukun kampung), pande kilala (peramal) dan masyarakat di Kelurahan Bugi yang mengetahui tentang keba. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian sosial budaya yaitu observasi (pengamatan), wawancara, dan studi kepustakaan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah panduan wawancara dan telepon seluler untuk merekam. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1)Cara mengetahui rumah yang memiliki keba ditandai dengan masyarakat yang mengalami penyakit. Biasanya masyarakat akan langsung ke pande kilala (peramal) untuk melihat penyakit yang dialami oleh anggota keluarganya apakah disebabkan oleh keba yang ada pada rumahnya. Selanjutnya, masyarakat akan meminta tolong ke pande keba (orang yang mengetahui tentang keba) untuk melihat rumah tersebut, apakah terdapat kesalahan-kesalahan ketika dibangun, misalnya posisi kayu terbalik, membagi kayu pada satu pohon kepada saudara dan orang tua kandung, air hujan di atap rumah jatuh di atap/halaman rumah tetangga (pocigipi kakeno hato), pembuatan dinding dan rangka atas tidak memiliki arah yang sama, cucumbu (tiang raja) yang mengenai kamar atau pintu, dan posisi kayu badan rumah yang tidak memiliki arah yang sama. Selain itu, rumah yang dibangun lebih kecil dari pada rumah sebelumnya, lahan yang digunakan untuk membangun telah melewati batas, dan dapur lebih tinggi dari badan rumah. Jika ada keba maka rumah tersebut akan diperbaiki Kembali; 2) Selain keba pada rumah kayu, keba juga terdapat pada rumah batu misalnya pipa pembuangan melewati kamar, pohon yang masih tertanam di dalam pondasi. Dampak negatif yang dialami oleh masyarakat jika rumahnya terdapat keba yaitu pemilik rumah akan terkena penyakit di antaranya muntah darah (polonaiaso gea), mati badan (kugu pale), batuk darah (kukudaaso gea), ambeyen (ulu buli-buli), dan kabalasia (serasa ditusuk-tusuk benda tajam).

Copyrights © 2020






Journal Info
JPS

Abbrev

sejarah

Publisher

Subject

Arts Library & Information Science Social Sciences Other

Description

Jurnal Pendidikan Sejarah FKIP Unidayan mengkaji berbagai hal diantaranya kajian tentang kebudayaan, sejarah, dan penelitian tindakan kelas. Lembaga Jurnal Pendidikan Sejarah FKIP Unidayan terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan November). Redaksi menerima dari staf pengajar (guru dan dosen), ...