Perkembangan tentang khasiat tanaman obat baik di dalam maupun luar negeri berkembang dengan pesat.Penelitian terhadap berbagai tanaman yang berkhasiat terus dilakukan seperti tanaman kedawung (Parkia speciosa Hassk) dan lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit). Penggunaan tanaman sebagai obat sangat berkaitan dengan kandungan kimia yang terdapat pada tanaman tersebut terutama senyawa metabolit sekunder. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui senyawa metabolid sekunder dari tanaman kedawung (Parkia speciosa Hassk) dan lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) dan bagaimana profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dari senyawa yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan yaitu maserasi dengan pelarut etanol 70%, maserat yang diperoleh diuapkan di atas Waterbath untuk mendapatkan ekstrak kental. Kemudian ekstrak diuji dengan skrining fitokimia dan di uji profil kromatografi lapis tipis, menggunakan pembanding Alkaloid dengan Piperin, Flavonoid dengan Rutin, Tanin dengan Katekin, Saponin dengan Sapogenin. Hasil yang didapatkan ektrak daun kedawung (Parkia speciosa Hassk) dan Lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) sama- sama mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid., sedangkan profil Kromatografi Lapis Tipis mengandung senyawa kimia alkaloid, tanin dan saponin. Dengan nilai Rf alkaloid pada ekstrak kedawung yaitu 0,98 dan lamtoro 0,98. Rf tanin pada ekstrak kedawung 0,85 dan lamtoro Rf nya 0,87, sedangkan saponin pada kedawung Rf nya 0,84 dan lamtoro Rf nya 0,87.
Copyrights © 2018