Tuberkulosis (TBC) paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Mycrobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru dan bronkus. Penyakit ini menyebar dan di tularkan melalui udara ketika orang yang terinfeksi tuberkulosis paru batuk, bersin, berbicara atau meludah. Dimana untuk penderita Tuberkulosis Paru BTA Positif pada tahun 2018 sebanyak 159 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas lingkungan fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kemaraya Kota Kendari Tahun 2019. Metode penelitian yang di gunakan Penelitian survei yang bersifat deskriptif observasional dengan metode pendekatan case control study, metode analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kelembaban rumah (=0,012) dan suhu rumah (= 0,004) dengan kejadian TB Paru BTA Positif, tidak terdapat hubungan antara ventilasi rumah (= 0,866), kepadatan hunian (Â = 0,308), pencahayaan (Â = 0,860), jenis lantai (Â =0,729), Â jenis dinding (Â = 0,494) dengan kejadian TB paru BTA positif. Kesimpulan penelitian ini ialah ada hubungan antara variabel kelembaban rumah dan suhu rumah dengan kejadian TB paru BTA positif dan tidak ada hubungan antara variabel ventilasi rumah, kepadatan hunian, pencahayaan, jenis lantai dan jenis dinding dengan penyakit TB Paru BTA positif di Wilayah Kerja Puskesmas Kemaraya Kota Kendari.
Copyrights © 2021