Terkadang karya arsitektur Jawa memiliki sudut yang remang-remang. Keremangan tersebut kerap memberikan kesan yang wingit. Remang dan wingit adalah sebuah kualitas spasial yang bisa dijelaskan melalui estetika. Studi kasus dalam tulisan ini adalah kedai teh dengan nuansa Jawa. Kedai teh ini mempunyai ruang yang sederhana, hangat, dan wingit. Untuk melihat lebih lagi ke dalam, dibutuhkan pemahaman mengenai sistem pengetahuan Jawa seperti kejawen dan rasa. Rasa berhubungan dengan kualitas teologis dan monistis yang rumit dan membentuk persepsi mengenai estetika. Metode yang digunakan adalah fenomenologi, penulis menggunakan aspek inderawi sebagai alat untuk mencerap interior kedai dan menafsirkannya dalam kerangka estetika Jawa. Ternyata keremangan ini berkorelasi dengan mistisisme Jawa, rasa (roso). Rasa adalah hal yang sangat penting bagi orang Jawa, untuk mengukur kehalusan budi dan hati, dan menjadi pengetahuan kehidupan.
Copyrights © 2021