Molluca Journal of Chemistry Education (MJoCE)
Vol 11 No 1 (2021): MJoCE

STUDI POTENSI Pteris vitata, Amaranthus spinosus, Ipomoea reptanspoir SEBAGAI FITOREMEDIATOR TANAH TERCEMAR MERKURI (Hg)

Yeanchon H Dulanlebit (Universitas Pattimura)
Semuel Unwakoly (Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP Universitas Pattimura)
Ritti P Sangadji (Loka Pengawas Obat dan Makanan Kabupaten Kepulauan Tanimbar)



Article Info

Publish Date
19 Jan 2021

Abstract

Kerusakan lingkungan dan menurunnya kualitas hidup organisme akibat pencemaran logam merkuri (Hg) telah terjadi, dimana merkuri bereaksi dengan metana hasil dekomposisi senyawa organik membentuk metil merkuri yang bersifat toksik. Dewasa ini, beberapa penelitian pada kasus pencemaran merkuri diarahkan pada upaya remediasi lingkungan. Salah satu metode remediasi adalah menggunakan tanaman sebagai bioremediator yang mampu menyerap merkuri di lingkungan tanah dan perairan. Bioremediasi dengan pola fitoremediasi sangat ditentukan oleh jenis tumbuhan, iklim, dan kondisi tailing dimana semua tumbuhan memiliki kemampuan menyerap logam tetapi dalam jumlah bervariasi. Upaya remediasi lingkungan secara bioremediator menggunakan Tanaman Paku Pakis (Pteris vitata), Bayam Duri (Amaranthus spinosus), dan Kangkung Darat (Ipomoea reptanspoir) diharapkan mampu mengakumulasi merkuri dalam konsentrasi tinggi (hiperakumulator) sehingga dapat memulihkan tanah yang tercemar memalui penyerapan dan mengakumulasi merkuri di dalam jaringannya. Potensi tanaman sebagai fitoremediator merkuri dilakukan melalui pendekatan Bio-Concentration Factor (BCF) dan Translocation Factor (TF) yang didahului dengan analisis secara Mercury Analyser. Dari hasil didapatkan bahwa konsentrasi merkuri (Hg) pada tanah, pada akar, dan pada daun tanaman Pteris vitata masing-masing 1,46 mg.Kg-1; 0,41 mg.Kg-1; dan 0,08 mg.Kg-1, tanaman Amaranthus spinosus masing-masing 1,28 mg.Kg-1; 0,25 mg.Kg-1; dan 0,02 mg.Kg-1, dan tanaman Ipomoea reptanspoir masing-masing 1,92 mg.Kg-1; 1,06 mg.Kg-1; dan 0,12 mg.Kg-1. Nilai Bio-Concentration Factor (BCF) untuk masing-masing tanaman 0,28; 0,19; dan 0,55 dan Translocation Factor (TF) masing-masing 0,19; 0,08; dan 0,11. Hasil didapatkan bahwa ketiga tanaman hiperakumulator tidak efektif sebagai fitoremediator merkuri., walaupun efisiensi penyerapan masing-masing tanaman 33,56%, 21.09%, dan 61,46%.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

mjoce

Publisher

Subject

Chemistry Education

Description

Molluca Journal of Chemistry Education (MJoCE) merupakan jurnal ilmiah berkala dengan ciri khas/identitas Kimia dari Maluku, seperti: minyak atsiri, produk dan pangan laut, pendidikan kimia yang berkarakter kelautan dan kepulauan, dll. Jurnal ini berisi tulisan ilmiah tentang bidang kimia yang ...