Broken home adalah sebuah keluarga yang telah mengalami perpecahan atau tidak utuh nya sebuah keluarga. Adapun keluarga akan berdampak terhadap perkembangan psikis anak yang bisa berpengaruh pada pendidikan anak. Kepercayaan diri anak di dasari dengan pendidikan yang terdapat pada keluarga, dimana meliputi interaksi sosial anak kepada orang tua dan masyarakat sekitar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak broken home terhadap kepercayaan diri anak di desa Delitua Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa dampak broken home terhadap kepercayaan diri anak yaitu 1) masalah pendidikan dimana anak yang mengalami broken home menjadi orang yang malas belajar, serta tidak bersemangat dan tidak berprestasi dalam pendidikan. Anak yang mengalami broken home tumbuh menjadi anak yang secara pertumbuhan mental sangat terganggu. Mereka tumbuh menjadi remaja yang terbelakang baik secara pendidikan formal, agama dan bahkan kebanyakan dari mereka memiliki rasa kepercayaan diri yang buruk dan berakibat sulitnya mereka dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitar. 2) Masalah prilaku yaitu anak yang kurang perhatian dan pendidikan dari orang tua membuat anak tumbuh menjadi remaja yang hancur secara psikis, emosi yang tidak stabil, liar dan bahkan kurang memiliki rasa percaya diri, anak korban broken home menjadi anak yang memiliki sikap kasar, masa bodoh, memiliki kebiasaan merusak, seperti merokok, minum-minuman keras, judi, dan lari ke tempat hiburan malam dan lain sebagainya.
Copyrights © 2016