Jagung termasuk kedalam tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Jagung dapat dikonsumsi oleh manusia dan digunakan sebagai bahan baku silase pakan ternak. Namun nilai produktivitas jagung masih rendah yaitu 5,22 t ha-1. Sedangkan nilai potensi hasil produksi jagung seharusnya bisa mencapai 7 t ha-1. Agar produktivitas meningkat perlu adanya usaha untuk meningkatkan hasil. Salah satunya dengan perakitan varietas hibrida yang sudah teruji. Sehingga terjamin mutu produk dan potensi hasilnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait potensi hasil 10 hibrida harapan dan 2 varietas pembanding, baik dipanen muda dan panen biji kering. Penelitian dilaksanakan di Desa Adan-adan, Kecamaatan Pagu, Kabupaten Kediri pada bulan Mei - September 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan dan 12 perlakuan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan potensi hasil yang beragam. Terdapat 2 hibrida harapan memiliki potensi hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan hibrida harapan lainnya dan varietas pembanding, yaitu hibrida harapan B7 (H4011459) dengan potensi hasil 44,59 t ha-1 sebagai biomassa untuk bahan baku silase, dan 7,32 t ha-1 untuk panen biji kering. Sedangkan untuk hibrida harapan B9 (H4011979) dengan potensi hasil 37,96 t ha-1 sebagai biomassa bahan baku silase dan 8,04 t ha-1 untuk dipanen biji kering. Oleh sebab itu ke dua hibrida harapan tersebut memiliki potensi untuk dijadikan sebagai varietas baru.
Copyrights © 2021