Paulo freire ia menjadikan pendidikan sebagai alat atau sarana untuk membebaskan masyarakat dari kepentingan kelompok elit yang menginginkan masyarakat menjadikan objek kepentingannya sehingga terjadi ke senjangan antara kaum elit dan masyarakat pada ilmunya. Dari segi program pemikiran pendidikan Paulo Freire cenderung tidak memilikiagenda atau kurikulum yang harus dicapai. Berbagai hal yang dipelajari tampaknya diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat. Sehingga boleh jadi tidak tercapai target kompetensi utama. Di lihat dari sitem yang diterapkan pendidikan bersifat kritis, kesadaran, pemahaman yang mendalam dan bukan bersifat reflektif. Selalu mengedepankan dialog inimenempatkan seseorang dalam posisi yang sejajar tidak menguasai, tidak saling memojok, dan tidak saling merendahkan, setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mengemukakan pendapat yang harus di hargai dan di hormati. Inilah mungkin kesamaannya dengan pendidikan Islam yang lebih mengutamakan nilai-nilai akhlak dalam semua diri kesiatanya.
Copyrights © 2018