Tradisi ngasak telah berkembang sejak zaman dahulu, khususnya di Pulau Jawa, termasuk salah satunya di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian Nurani L.S. (2012) menyebutkan bahwa ibu yang memiliki anak kelahiran tahun 1920 telah mengajarkan anak perempuan mereka untuk ngasak jika sawah yang mereka miliki belum panen. Faktor kehilangan gabah saat ini hanya dihitung berdasarkan faktor internal saja, sedangkan faktor eksternal yaitu faktor luar yang tidak berkaitan langsung dengan proses pemanenan, termasuk di dalamnya factor tradisi ngasak, belum dipertimbangkan. Tujuan penelitian ini adalah menghitung potensi kehilangan gabah pada tahap pemanenan di setiap hektar lahan akibat aktivitas ngasak. Penelitian ini menggunakan Metode Survey Analitis yang merupakan metode investigasi dalam pengumpulan data, dimana data yang dikumpulkan merupakan data kuantitatif yang membutuhkan analisis statistik. Penghitungan kehilangan gabah dilakukan dengan menghitung rerata jumlah pengasak dikalikan rerata hasil ngasak per lahan yang kemudian dikonversi dalam luasan hektar. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kehilangan gabah rata-rata per hektar 343 kg/Ha, dan potensi kehilangan gabah bisa mencapai 523 kg/Ha.
Copyrights © 2016