Kerang hijau merupakan sumber makanan bergizi dan memiliki protein yang baik untuk kebutuhan nutrisi masyarakat. Akan tetapi, berdasarkan sifat filter feeder dari kerang hijau di habitatnya membuat kerang hijau memiliki potensi bahaya membawa kandungan logam berat timbal. Logam berat timbal ini dapat terakumulasi oleh tubuh manusia yang memakan kerang hijau tersebut dan mengakibatkan gangguan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persentase penurunan kadar logam berat timbal (Pb) dalam daging kerang pasca proses depurasi yang dilakukan oleh hasil budidaya para nelayan dari Teluk Jakarta. Sampel diambil secara random sampling dari masing-masing titik pembudidayaan kerang hijau dan dari pasar ikan terdekat yang menerima distribusi hasil panen kerang hijau dari lokasi pembudidayaan. Metode penelitian berbentuk survey ex post facto dengan jumlah sampel penelitian berasal dari Muara Dadap, Muara Angke, dan Muara Cilincing. Hasil ulangan uji sebanyak tiga kali dijadikan jumlah sampel untuk mengetahui pengaruh proses depurasi dari tiap-tiap muara dan besar perbedaan kandungan timbal antara ketiga lokasi. Total rerata keseluruhan kadar logam timbal sebelum melalui proses depurasi adalah 2.33 mg/kg dan rerata sesudah melalui proses 2 mg/kg. Hasil uji ANAVA satu jalur dalam signifikansi 0.5 menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan kandungan timbal daging kerang hijau dari ketiga muara. Selanjutnya perbandingan data uji-t pada taraf signifikansi 0.5 dengan hasil t-hitung = 1.124 dan t-tabel = 2.306 memberikan kesimpulan hasil bahwa tidak adanya pengaruh signifikan proses penurunan kandungan timbal sebelum melalui proses depurasi dengan sesudah proses depurasi.
Copyrights © 2021