Pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif hampir diseluruh dunia, termasuk Indonesia. Tidak hanya sektor kesehatan saja yang terganggu namun juga semua sektor lainnya seperti ekonomi, pertanian, transportasi, sosial, dll. Pertumbuhan ekonomi selama masa pandemi terus mengalami penurunan mulai dari triwulan II-2020. Pertumbuhan ekonomi yang tidak mencapai nilai negatif yaitu pertanian, sektor informasi dan komunikasi, serta sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Turunnya pertumbuhan sektor transportasi dan pergudanganjuga berakibat pada perdagangan komoditas pertanian. Terdapat disparitas yang tinggi hingga mencapai diatas 50% pada beberapa komoditas seperti daging ayam ras, cabai merah, daging sapi, dan bawang merah. Namun ada juga harga komoditas pertanian yang stabil seperti beras, telur ayam, minyak goreng, dan gula pasir. Selain disparitas harga dalam tulisan ini juga membahas tentang prediksi neraca perdagangan komoditas pertanian. Pada komoditas Daging sapi/kerbau terjadi defisit sebanyak 14 ribu ton pada periode Januari-Mei 2021, sedangkan komoditas bahan makanan pokok lainnya mengalami surplus. Bahan makanan pokok merupakan kebutuhan utama masyarakat sehingga pemerintah harus dapat mengintegrasikan jaringan pasar induk pada tiap daerah, meningkatkan manajamen stok dan logistik, serta melakukan peningkatan produksi.
Copyrights © 2021