Jurnal Fatwa Hukum
Vol 4, No 3 (2021): E-Jurnal Fatwa Hukum

ANALISIS TERHADAP PEMISAHAN DAKWAAN BERKAITAN DENGAN PENGGUNAAN ASAS SAMENLOOP STUDI PUTUSAN (No.136/Pid.Sus/2019/PN.Ptk dan 137/Pid.B/2019/PN.Ptk)

NIM. A1011171032, SONIA FITRIWATI (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Aug 2021

Abstract

Jaksa Penuntut Umum adalah Aparat penegak hukum yang mempunyai peran yang sangat penting di dalam proses peradilan,  Jaksa Penuntut Umum Memiliki wewenang memberikan dakwaan terhadap terdakwa dalam proses penyelesaian perkara di peradilan, Dalam Penelitian ini peneliti fokus kepada alasan Jaksa Penuntut Umum yang menerapkan dakwaan secara terpisah terhadap terdakwa yang melakukan perbarengan tindak pidana/samenloop concurcus realis yang menyebabkan penerapan dari asas samenloop tidak berdasarkan aturan asas yang sebenarnya,  Perbarengan tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa terdapat aturannya di dalam pasal 65 KUHP. Dalam pasal 65 KUHP tersebut di atur mengenai perbarengan tindak pidana yang mempunyai hukuman pokok sejenis, dan dalam menerapkan hukumannya maka di ambil hukuman yang tertinggi  dan di tambah sepertiga, Maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti terkait alasan jaksa penuntut umum menerapkan dakwaan secara terpisah, metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini  adalah metode yuridis sosiologis dengan tekhnik wawancara kepada Jaksa Penuntut Umum. Hasil yang diperoleh oleh peneliti dari penelitian ini adalah alasan Jaksa Penuntut umum menerapkan dakwaan terpisah karena adanya pemisahan perkara di kejaksaan yang diakibatkan wewenang Penyidik yang berbeda dan untuk memudahkan administrasi, kemudian dakwaan yang tepat untuk terdakwa yang melakukan perbarengan tindak pidana seperti yang sudah di atur dalam pasal 65 KUHP adalah dakwaan kumulatif.Kata Kunci : Jaksa Penuntut Umum, Perbarengan tindak pidana/samenloop concurcus realis, Dakwaan. ABSTRACTPublic Prosecutors are law enforcement officers who have a very important role in the judicial process, Public Prosecutors have the authority to give charges against defendants in the process of settling cases in court. the defendant who concurrently commits a criminal act/samenloop concurcus realis which causes the application of the samenloop principle not to be based on the actual basic rules. Concurrent criminal acts committed by the defendant are contained in Article 65 of the Criminal Code. In Article 65 of the Criminal Code, it is regulated regarding concurrent criminal acts that have a similar principal punishment, and in applying the punishment, the highest penalty is taken and added a third. The researcher used in this study was the sociological juridical method with interview techniques to the Public Prosecutor. The results obtained by the researcher from this study are the reason the public prosecutor applies separate charges because of the separation of cases at the prosecutor's office due to the different powers of investigators and to facilitate administration, then the appropriate indictment for defendants who commit crimes concurrently as regulated in Article 65 of the Criminal Code is a cumulative indictment.Keywords: Public Prosecutor, Concurrent criminal act/samenloop concurcus realis, Indictment.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

jfh

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura (Bagian Hukum Keperdataan, Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Tata Negara, Bagian Hukum Ekonomi, dan Bagian Hukum ...