Keamanan makanan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Bahan tambahan makanan adalah zat yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk mempengaruhi sifat alami makanan yang satu adalah formalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi formalin pada ikan asin dan tingkat pengetahuan pengolah di sentra ikan asin, di Kronjo, Kabupaten Tangerang. Metode penelitian dilakukan dengan survey yang bersifat deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampel acak sederhana, yaitu berdasarkan ikan asin yang paling banyak diminati pembeli. sedangkan tingkat pengetahuanpenjual diukur dengan kuesioner. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung. Pengujian formalin dengan metode kromatofit. Penelitian ini menggunakan 30 responden dan 30 sampel yang diambil dari 8 kelompok pengolah ikan asin. Analisis data dilakukan dengan deskriptif. Sebanyak 9 dari 30 sampel ikan asin yang diuji positif mengandung formalin dan sebanyak 11 dari 30 responden yang memiliki tingkat pengetahuan rendah mengenai bahaya formalin. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan pengolah ikan asin (p< 0,05) terhadap hasil identifikasi formalin padaikan asin di sentra pengolahan ikan asin di Kronjo, Tangerang
Copyrights © 2021