Pendahuluan : Penyakit gudik atau kudis (Skabies), merupakan penyakit kulit yang dapat ditemui hampir disetiap pondok pesantren dan dianggap sebagai penyakit yang tidak berbahaya sehingga kurang mendapatkan perhatian baik dari penderita maupun orang-orang yang ada disekitarnya. Penyakit skabies yang terjadi pada santri dikarenakan personal hygiene dan sanitasi lingkungan yang kurang baik dipesantren. Terutama Kurangnya kebersihan diri pada santri mengakibatkan skabies ini menular dengan cepat. Metode Penelitian : Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian Quasi Eksperiment dengan menggunakan rancangan pretest-posttest with control group dan Teknik sampling yang digunakan dalam penilitian ini adalah probability sampling dengan metode total sampling sebanyak 58 responden, yaitu 29 kelompok intervensi dan 29 kelompok kontrol. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji paired T-Test dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian : Menunjukkan adanya pengaruh edukasi pencegahan skabies dengan media leaflet bahasa Madura terhadap perilaku pencegahan skabies (personal hygiene) pada santri kelompok intervensi dengan Asymp 0,000 < α = 0,05. Juga terdapat pengaruh edukasi pencegahan skabies dengan media leaflet bahasa Madura terhadap perilaku pencegahan skabies (sanitasi lingkungan) pada santri kelompok intervensi dengan Asymp 0,000 < α = 0,05 Ha diterima.Kesimpulan : Terdapat pengaruh edukasi pencegehan skabies dengan media leaflet bahasa Madura terhadap perilaku pencegahan skabies di Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Kelurahan Kademangan Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo.Kata Kunci : Skabies, Personal Hygiene, Sanitasi Lingkungan
Copyrights © 2021