Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang pembelajarannya dengan pendekatan kontekstual dengan pembelajaran biasa, (2) Melihat adakah interaksi antara pendekatan kontekstual dan pembelajaran biasa dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Telukdalam. Teknik pengambilan sampel adalah probability sampling. Sampel penelitian diambil dari kelas IXa dan IXb sebanyak 88 orang, kelas IX-a sebanyak 44 orang (kelas eksperimen) dan kelas IX-b sebanyak 44 orang (kelas kontrol). Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran matematis yang telah memenuhi validitas isi dan reliabel. Perangkat pembelajaran yang digunakan adalah (1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (2) Lembar Kerja Siswa (LKS). Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis inferensial uji Anava Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata N-Gain kemampuan penalaran matematis antara siswa yang pembelajarannya pendekatan kontekstual (0,603) lebih baik dari rata-rata N-Gain pembelajaran biasa (0,55), (2) semakin tinggi level kemampuan awal matematika maka semakin baik pula kemampuan penalaran matematis siswa yaitu level tinggi (0,772), level sedang (0,597) dan level rendah (0,483), (3) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran (Pendekatan kontekstual dan pembelajaran biasa) dengan kemampuan awal matematika siswa (tinggi, sedang dan rendah) dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa.
Copyrights © 2021