Munculnya pandemi Covid-19 menjadi hambatan dalam pemberian layanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan. Hal ini disebabkan karena masyarakat tidak diperbolehkan untuk berkerumun, harus tetap menjaga jarak, dan selalu menggunakan masker. Pandemi juga sempat menyebabkan bottle neck dalam pemberian layanan karena adanya keterbatasan kapasitas ruangan yaitu sebanyak 42 orang dan terdapat antrian kolektif pengurusan dokumen adminsitrasi kependudukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi dan tipologi inovasi berdasarkan teori Halvorsen, dkk (2005) yang dilakukan di Disdukcapil Kota Tangerang Selatan pada masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan oleh Disdukcapil Kota Tangerang Selatan pada masa pandemi adalah inovasi 3 O (Online, Offline dan Ojol). Inovasi ini merupakan gabungan dari 25 inovasi yang telah dilahirkan oleh Disdukcapil Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan teori Halvorsen, dkk (2005), hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi di Disdukcapil Kota Tangerang Selatan sesuai dengan keenam tipologi inovasi yang disampaikan oleh Halvorsen, dkk. Tipologi inovasi yang paling mendominasi adalah conceptual innovation dan process innovation. Kedua inovasi ini berimplikasi pada keempat tipologi inovasi lainnya yaitu improved service, administrative innovation, system innovation dan radical change of rationality.
Copyrights © 2021