Sekolah luar biasa merupakan pendidikan untuk anak-anak yang memiliki keterbatasan. Salah satunya yaituketerbatasan dalam mendengar dan berbicara atau biasa disebut dengan keterbatasan tunarungu. Kesulitan yang dialami oleh orangtua dalam memantau pendidikan anak-anak nya di sekolah menyebabkan orangtua tidak tahuapakah anak- anak di sekolah mengalami kemajuan dalam belajar atau tidak. Terkadang guru hanyamenyampaikan perkembangan anak pada saat akhir semester pada waktu akan kenaikan kelas. Guru dapat jugamelakukan perangkingan untuk menentukan siswa terbaik. Membuat sistem pendukung keputusan bisa menjadialternatif untuk memantau perkembangan anak dan menentukan siswa terbaik. Metode AHP (Analytical HierachyProcess) merupakan suatu model keputusan yang koperhensif dengan memperhitungkan hal-hal yang bersifatkualitatif dan kuantitatif, AHP memungkinkan untuk mengukur dan mengatur dampak dari suatu komponen yangsaling berinteraksi dalam suatu sistem terhadap kesalahan sistem. Metode VIKOR (VISEKRITERIJUMSKAOPTIMIZACIJA I KOMPROMISNO RESENJE) merupakan salah satu metode yang digunakan pada MultiAtribute Decision Making (MADM) dengan melihat solusi atau alternatif terdekat sebagai pendekatan kepadasolusi ideal dalam perangkingan, metode ini berfokus pada perangkingan dan pemilihan dari sejumlah alternatifwalaupun kriteria nya saling bertentangan. Sistem ini dibangun menggunakan bahasa pemrogaman PHP, dengandatabasenya adalah MYSQL, dan alat yang digunakan untuk merancang sistem adalah Unified ModelingLanguage (UML). Kriteria yang digunakan untuk penyandang tunarungu adalah berisyarat, menyimak, menulisdan membaca yang diterapkan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pangeran Cakrabuana berdasarkan ahli pakarpendidikan khusus untuk tunarungu oleh Ibu Lani Bunawan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistempendukung keputusan penilaian perkembangan anak berkebutuhan khusus dimana sistem ini mampu menampilkanmenu sesuai dengan hak akses user. Admin dapat mengelola user, mengelola data siswa, mengelola kriteria sertadapat melakukan perhitungan bobot kriteria AHP, kelola parameter, cetak laporan, pemilihan data pada menu historidan melihat hasil perangkiangan. Sedangkan guru dapat mengelola perkembangan anak, mengelola alternatif sertamelakukan perhitungan perangkingan VIKOR, cetak laporan dan lihat hasil perangkingan. Dan orangtua hanyadapat melihat perkembangan anak untuk putra atau putrinya sendiri. Sistem dapat melakukan perhitungan bobotdengan data kriteria yang bersifat dinamis, serta admin dapat memulihkan data siswa baik yang edit atau dihapusbisa dikembalikan seperti awal. Hasil akhir sistem adalah mampu menentukan perangkingan siswa dan melakukanpenilaian perkembangan anak setiap minggu dalam bentuk grafik dan tabel sehingga orangtua dapat memantauperkembangan anak dalam belajar setiap minggunya.
Copyrights © 2021