Universitas Islam merupakan replika manusia paripurna (al-insān al-kāmil). Manusia paripurna berkulminasi pada diri Rasulullah saw. selanjutnya pada diri para pewaris ilmunya. Penelitian berikut bertujuan untuk mengekspos ide serta konsep institusi pendidikan tinggi Islam (lit. al-jāmi‘ah al-islamiyyah) yang dipropos dan dirangkaibina oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas. Pembahasan penelitian ini menyajikan tentang keunikan ISTAC dari berbagai aspek serta ciri khas dari ISTAC sendiri. Jenis tulisan ini merupakan kualitatif menggunakan pendekatan kepustakaan dengan sumber referensi primernya yaitu buku-buku atau bahan bacaan yang secara langsung mengulas tentang ISTAC yang didirikan Syed Muhammad Naquib al-Attas di Malaysia, sedangkan sumber sekundernya adalah seluruh bentuk referensi baik yang mengulas langsung atau hanya sebagai pelengkap keutuhan data dalam penyimpulannya. Selanjutnya teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan memaparkan kejadian yang ada dan dituangkan kedalam tulisan ini. Setelah menyelesaikan tulisan ini, maka kesimpulan yang di dapatkan yaitu: institusi pendidikan tinggi Islam harus memiliki visi, misi, dan objektif yang jelas dimana pada gilirannya dapat melahirkan manusia yang beradab. Oleh karenanya, rangkaian kurikulum yang komprehensif yang di dalamnya memuat kurikulum ilmu fardu ain dan ilmu fardu kifayah harus terbingkai. Berdirinya ISTAC bukanlah semudah membalikkan telapak tangan, melainkan jihad ilmu yang melewati perjalanan panjang. Oleh karena ianya memerlukan desain, perenungan mendalam serta landasan filosofis yang jelas, terlebih visi dan misi serta objektif penubuhannya, baik secara fisik maupun spiritual. Keunikan ISTAC patut dijadikan sebagai epitome dari institusi pendidikan tinggi, khususnya yang berbasis Islam, mulai dari konsep fisik, struktur, konsep ilmu maupun tujuan, Sebagai epitome dari universitas Islam, ISTAC berhasil mencetak cendikia-cendikia Muslim melalui program kurikulum ilmu fardu ain dan ilmu fardu kifayah, dan ISTAC merupakan garda intelektual dalam membendung arus deras sekularisme dan sekularisasi melalui proyek besarnya yang dikenal dengan islamisasi ilmu kontemporer.
Copyrights © 2021