Karyawan yang ditempatkan sesuai dengan pengetahuan, keterampilan dan kemampuannya cenderung memiliki motivasi yang tinggi, maka kinerja yang dihasilkan juga akan meningkat. Untuk menjamin orang atau karyawan yang tepat dalam menempati posisi yang tepat juga, seleksi karyawan selalu menjadi hal bagian yang sangat penting pada organisasi perusahaan, khususnya pada sekolah tinggi. proses pengambilan keputusan untuk promosi kenaikan jabatan dapat diselesaikan dengan sistem pendukung keputusan yang digunakan oleh manajer sebagai salah satu dukungan informasi dalam menyelesaikan permasalahan untuk mengisi jabatan, dimana fungsi kinerjanya dapat menghitung pertimbangan setiap kompetensi yang dimiliki masing-masing SDM. SPK dapat memberikan alternatif solusi bila seseorang atau sekelompok orang sulit dalam menentukan keputusan yang tepat dan sesuai. SPK tidak untuk menggantikan fungsi pengambil keputusan dalam membuat keputusan, melainkanhanyalah sebagai alat bantu pengambil keputusan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam proses AHP secara garis besar merupakan proses membandingkan antara kompetensi individu kedalam kompetensi jabatan, semakin kecil gap yang dihasilkan maka bobot nilainya semakin besar yang berarti memiliki peluang lebih besar untuk karyawan menempati posisi tersebut.
Copyrights © 2020