Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia

EDUKASI KANKER PAYUDARA DAN DETEKSI DINI PADA KADER WANITA KELURAHAN TOMANG

Chrismerry Song (Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2021

Abstract

Breast cancer is the most common cancer in women. In Indonesia, the incidence of breast cancer is 42.1 per 100,000 population with an average death rate of 17 per 100,000 population. Age is a major risk factor for breast cancer. Incidence will increase as a person ages, but now, breast cancer is starting to be common at young age. Treatment cost is very large, so health promotion and early detection are very important. Early detection can be done with BSE (Breast Self Exam). Health education is one way to increase knowledge and BSE training can make breast cancer found at an early stage so morbidity and mortality can be reduce. There were 47 PKK administrators and female cadres of Tomang Village participated. Respondents ages 22-76 years with a mean of 48 years. Most of the participants thought the material was easy to understand, as expected, information conveyed was clear, speaker mastered the topic and could answer questions well and clearly, discussions helped improve participants' understanding, time allocation was sufficient, and this counseling was useful. Most of the participants also can do BSE after counseling and will teach BSE to other residents. There was an increase in the level of knowledge of participants after the counseling. It is hoped that through this activity, breast cancer cases can be known more quickly so that they can be treated as soon as possibleABSTRAK:Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak ditemukan pada perempuan di dunia dan di Indonesia. Di Indonesia angka kejadian kanker payudara 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Usia merupakan faktor risiko mayor terjadinya kanker payudara, dengan meningkatnya usia insiden kanker payudara meningkat, namun makin sering ditemukan penderita kanker payudara berusia muda. Biaya pengobatan kanker payudara sangat besar sehingga promosi kesehatan dan deteksi dini menjadi sangat penting. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan SADARI. Edukasi kesehatan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan tentang kanker payudara dan pelatihan cara melakukan SADARI dapat membuat kanker payudara ditemukan dalam stadium dini sehingga dapat menurunkan morbiditas dan mortalitasnya. Penyuluhan diikuti 47 orang pengurus PKK dan kader wanita Kelurahan Tomang secara daring. Rentang usia responden adalah 22 – 76 tahun dengan rata-rata 48 tahun. Hasil kuesioner didapatkan sebagian besar peserta berpendapat materi mudah dipahami, sesuai harapan, informasi yang disampaikan jelas, pembicara menguasai topik serta dapat menjawab pertanyaan dengan baik dan jelas, diskusi membantu meningkatkan pemahaman peserta, alokasi waktu penyampaian materi maupun diskusi mencukupi, dan penyuluhan ini bermanfaat. Sebagian besar peserta dapat melakukan SADARI setelah penyuluhan dan akan mengajarkan SADARI kepada warga Tomang lainnya. Terlihat adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta setelah penyuluhan. Diharapkan melalui pengenalan tanda-tanda kanker payudara, SADARI, dan rujukan yang tepat, kasus kanker payudara dapat diketahui lebih cepat sehingga mendapatkan penanganan sesegera mungkin

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

baktimas

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Education Electrical & Electronics Engineering Social Sciences Other

Description

Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh ...