Bullying di lingkungan sekolah masih menjadi masalah global yang dianggap wajar sebagai bagian dalam bermain. Tingkat kepedulian terhadap dampak bullying dikatakan rendah, mengingat bullying terjadi di sekolah yang merupakan tempat anak memperoleh pendidikan. Bullying verbal, fisik, relasional terjadi di SDN Pungkuran Pleret. Penelitian ini perlu dilakukan dengan tujuan membantu mengidentifikasi korban dan pelaku bullying, mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku siswa tentang bullying. Penelitian ini menggunakan rancangan quasy eksperimen pretest dan posttest. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling didapatkan 109 siswa. Hasil penelitian diuji menggunakan uji paired sample t-test. Hasil kegiatan peneliti berupa permainan ular tangga yang dimodifikasi yang memuat pesan kesehatan tentang definisi, dampak dan cara mencegah bullying. Game edukasi ini diberi nama “Gemes Jiwa Stop Bullying”. Terdapat 31 siswa (28%) cenderung pelaku bullying dan 78 siswa (72%) sebagai korban bullying. Pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa tentang bullying meningkat setelah melakukan game edukasi. Hasil uji didapatkan nilai Sig(2-tailed) 0,000 menunjukkan perbedaan rata-rata antara hasil pretest dengan posttest. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa game edukasi sehat jiwa stop bullying sebagai intervensi memberikan pengaruh positif terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku tentang pencegahan bullying pada siswa SDN Pungkuran Pleret Bantul.
Copyrights © 2021