Secara umum permasalahan yang terjadi di pantai Pademawu pesisir selatan Kabupaten Pamekasan adalah abrasi yang mengakibatkan kerusakan pantai. Hal ini berdampak pada wilayah pesisir sepanjang Pantai Pademawu, yang berdasarkan data citra tahun 2006 dan 2017 telah mengalami abrasi sejauh 50m. Melihat kondisi seperti ini, Pusat Riset Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan penelitian tentang bangunan perlindungan pantai dengan menggunakan struktur lunak berupa prototipe teknologi Karung Geotekstil Memanjang (KGM) atau yang biasa disebut dengan Geotube. Geotube yang digunakan memiliki dimensi tinggi 1,5m, lebar 4m dan panjang 20m. Desain perlindungan pantai ini terbagi menjadi 4 segmen dimana setiap segmen terdiri dari 2 geotube (2x20m) dan jarak antar segmen sebesar 20m. Tujuan dengan pemasangan teknologi KGM ini adalah untuk memulihkan pantai yang tererosi yang berada di belakang struktur dengan harapan terbentuknya tombolo (sedimentasi) atau lahan timbul. Kriteria keberhasilan penerapan KGM ini hanya dapat diketahui dari hasil monitoring secara berkala setelah struktur tersebut dibangun. Dari hasil pengukuran dilapangan sejak September 2018-Maret 2019 terdapat penambahan tinggi timbunan atau sedimentasi mencapai 55cm.
Copyrights © 2021