Pendidikan Islam di Indonesia sering kali berhadapan dengan berbagaiproblematika yang tidak ringan. Diketahui bahwa sebagai sebuah sistem,pendidikan Islam mengandung berbagai komponen yang antara satudengan yang lainnya saling berkaitan. Komponen pendidikan tersebutmeliputi visi, misi, landasan, tujuan, kurikulum, konpotensi danprofesionalisme guru, pola hubungan guru-murid, metodologipembelajaran dan lain sebagainya. Bebagai komponen yang terdapatdalam pendidikan ini seringkali berjalan apa adanya, alami, tradisional,serta dilakukan tanpa perencanaan dan konsep yang matang. Akibat darikeadaan demikian, maka mutu pendidikan Islam seringkali menunjukkankeadaan yang kurang menggembirakan. Salah satu faktor penghambatpendidikan Islam adalah adanya wawasan sempit serta dikotomis dariumat Islam Indonesia dalam memandang realitas pendidikan Islam.Padahal, jika disimak kembali sejarah peradaban Islam, puncak kemajuanperadaban Islam, empat abad pertama sejak munculnya agama Islam ini(7-11 M), tidak ditemukan adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmuumum. Dengan demikian dalam pengemangan mutu pendidikan Islam,harus mampu melakukan inovasi pembelajran, tanpa melihat sekatontologis natara antara ilmu agama dan ilmu umum di lingkup lembagapendidikan Islam di Indonesia.
Copyrights © 2021