Kecelakaan kerja di sektor konstruksi masih mendominasi dibanding industri lain. Hal ini berdampak terhadap program pemerintah dalam mewujudkan SDGs bidang ketenagakerjaan. Berbagai penelitian tentang K3 sudah dilakukan tetapi masih memiliki kelemahan yang harus disempurnakan agar dapat membantu menyelesaikan permasalahan K3. Salah satu metode yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan ini adalah metode Fault Tree Analysis (FTA) karena metode ini selain dapat menentukan faktor penyebab kecelakaan juga dapat memperkirakan probabilitas kejadiannya. Pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dan pengamatan serta pencatatan data K3 pada proyek konstruksi pekerjaan jalan. Variabel yang digunakan diperoleh dari studi literatur dan Job Safety Analysis (JSA) yang dikonfirmasi kepada responden serta hasil pengamatan di lapangan yaitu faktor manajemen K3, unsafe condition, dan unsafe action. Metode FTA berhasil memprediksi probabilitas kegagalan pelaksanaan K3 pada proyek tersebut sebesar 0.3323 dengan kontribusi terbesar diperoleh dari variabel unsafe condition diikuti faktor manajemen K3 dan unsafe action. Untuk membuktikan keandalan model ini dilakukan validasi terhadap luaran model FTA dengan mendeskripsikan data kecelakaan yang terekam baik kuantitas maupun kategorinya. Untuk mencari besaran kontribusi setiap variabel dilakukan skenario model dan diperoleh hasil bahwa unsafe condition memiliki kontribusi terbesar diikuti manajemen K3 dan unsafe action dengan nilai masing-masing 0.0624, 0.0593 dan 0.0468. Model FTA juga dapat dikembangkan menjadi konsep DSS dengan syarat dan ketentuan tertentu.
Copyrights © 2021