Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok usia yang kritis karena seorang anak rentan terhadap masalah kesehatan. Isu kesehatan yang lebih menonjol pada anak usia sekolah dasar adalah perilaku hidup bersih dan sehat. Untuk mendukung peningkatan kualitas hidup bersih dan sehat kepada seluruh warga sekolah tersebut maka diperlukan program Pembinaan Sekolah Dasar Bersih dan Sehat (SDBS). Namun saat ini pelaksanaan program sekolah dasar bersih dan sehat perlu dievalusi secara berkesinambungan untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan program. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan sampel Kepala Madrasah Ibtidaiyah di Kota Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data yaitu kajian dokumen, observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan (verifikasi data). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan keberhasilan program sekolah dasar bersih dan sehat baru mencapai peringkat C (Cukup). Dari hasil penelitian faktor internal dan eksernal seperti kurangnya dukungan sarana dan prasarana yang ada serta kerjasama antar warga sekolah yang belum terjalin dengan baik menjadi penyebab belum berhasilnya program sekolah dasar bersih dan sehat.
Copyrights © 2020