Dari beberapa kelas paralel di kelas X, maka di Kelas X IPS 1 lah yang prestasinya paling rendah utamanya pada topik layanan Strategi belajar sesuai gaya belajar. Hal ini didukung adanya data prestasi layanan Bimbingan dan Konseling mencapai mean skor 57,37 dan siswa yang dinyatakan tuntas belajar hanya 52,63% dengan standar ketuntasan minimal ditetapkan 75. Sebagai perwujudan tanggung jawab peneliti yang juga konselor Bimbingan dan Konseling di Kelas X IPS 1, maka peneliti menawarkan penerapan pembelajaran kooperatif model Rotating Trio Exchange. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan dalam 3 siklus, tiap siklus terdiri atas 2 pertemuan dan tiap pertemuan dialksanakan selama 2 jam pelajaran (2 x 45 menit), dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara dan jurnal. Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah meningkatkan hasil layanan Strategi belajar sesuai gaya belajar melalui Pembelajaran Kooperatif model Rotating Trio Exchange Siswa Kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Sidoarjo Semester I Tahun pelajaran 2019/2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil layanandapat ditingkatkan dengan pembelajaran kooperatif model Rotating Trio Exchange. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya kenaikan nilai rerata kelas dalam setiap siklusnya. Masing-masing siklus I sebesar 73,55, siklus II sebesar 79,08 dan siklus III 84,74. Selain itu peningkatan ini juga didukung dengan adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa yaitu pada siklus I sebesar 65,79%, siklus meningkat menjadi 81,58% dan siklus III meningkat dengan pesat sebesar 97,37%.
Copyrights © 2021