Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan anemia yang sering ditemukan di negara berkembang. Defisiensi besi pada anak dan defisiensi nutrisi, baik makronutrien maupun mikronutrien, masih menjadi masalah utama dinegara berkembang termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi suplemen zat besi untuk menghindari ADB (Anemia Defisiensi Besi) pada bayi usia 0 -12 bulan. Suplementasi zat besi yang direkomendasi kan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI / 2011) yaitu 2-3 mg/kgBB/hari dengan penggunaan selama 3 bulan berturut-turut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang menggunakan data retrospektif dari pasien yang diberikan suplementasi besi di RSUD Pademangan pada periode Juli 2018 – Februari 2019. Disimpulkan bahwa suplemen zat besi yang paling banyak digunakan pada pasien IDA di RSUD Pademangan, Jakarta Utara pada periode Juli 2018 - Februari 2019 adalah dosis 2-3 mg / kgBB / hari, sesuai dengan pedoman IDAI.
Copyrights © 2019