Angka kejadian infeksi pada bayi baru lahir (BBL) di Indonesia sebesar 24%-34%. Infeksi pada BBL merupakan penyebab kematian neonatus nomor 2 sebesar 49%-60%. Kematian neonatus di negara berkembang sebesar 50% disebabkan oleh infeksi tali pusat, sepsis, dan tetanus neonatorum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas perawatan tali pusat pada bayi baru lahir dengan teknik dry open dan kasa steril terhadap tali pusat pecah. Jenis penelitian adalah pre-experimental post-test only design dan sampel penelitian ini adalah 30 bayi baru lahir di Puskesmas dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan selama 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik perawatan tali pusat dengan metode dry open membuat pelepasan tali pusat lebih cepat dibandingkan dengan metode kasa steril. Waktu pelepasan tali pusat dengan metode buka kering memakan waktu 123. 8 jam dan waktu pelepasan tali pusat dengan kasa steril membutuhkan waktu 170,8 jam. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi 0,004 dan hasil uji Levin 138%. Kesimpulan tidak ada yang lebih efektif antara kasa steril dan perawatan tali pusat terbuka kering terhadap pelepasan tali pusat. Saran bagi bidan dan tenaga kesehatan dapat mensosialisasikan ibu nifas dalam perawatan tali pusat pada bayi baru lahir dengan menggunakan teknik terbuka dan kasa steril.
Copyrights © 2021