Jurnal Shanan
Vol. 2 No. 1 (2018): Maret

TEOLOGI RELIGIONUM: DILEMATIKA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENENTUKAN SIKAP KEIMANAN

Demsy Jura (Universitas Kristen Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Mar 2018

Abstract

Manusia adalah satu-satunya mahluk hidup yang memiliki kemampuan untuk mengenal hal yang berifat religius; kenyataan ini membuat ia menjadi mahluk yang berkemampuan dalam memahami Tuhan dengan segala aspek-aspek ilahi yang ada didalamnya. Hal ketuhanan pada akhirnya memberikan inspirasi kepada manusia dalam menjalani kehidupan yang lebih bermartabat, melalui keyakinan keagamaan yang dimilikinya. Dengan demikian maka kemampuan dalam memahami agama, telah menempatkan manusia poda posisi yang lebih tinggi dari mahluk lainnya.Keyakinan keagaman menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan umat manusia; itulah sebbanya melalui hal keyakinan inilah maka seseorang perlu membangun hubungan yang harmonis diantara sesama. Upaya membangun hubungan yang harmonis diantara para pemeluk agama terus diupayakan ditengah-tengah gencarnya gerakan fundamentalisme dan fanatisme para pengikut atas agama yang dianutnya. Upaya dialog antar umat beragama merupakan salah satu cara untuk meredam kekisruan terebut.Teologi Religionum merupakan cabang ilmu teologi yang membahas bagaimana respons teologi kekristenan terhadap fakta pluralisme agama diluar agama Kristen. Tujuan dari teologi religionum ini adalah bagaimana kekristenan melihat dan memberikan penilaian teologis terhadap agama-agama lain. Masing-masing agama memiliki keunikannya tersendiri dan perlu dihargai eksistensinya; itulah sebabnya diperlukan suatu cara untuk hal yang dimaksud.Tipologi Tripolar merupakan sebuah istilah yang akrab dengan studi agama-agama, dan juga berkaitan dengan perkembangan teologi religionum. Tipologi Tripolar bermaksud memberikan penjelasan terperinci mengenai teologi religionum yang dimaksudkan tersebut. Tipologi yang dimaksudkan tersebut itu digunakan sebagai standar di dalam studi teologi agama-agama, dan hingga kini masih banyak dipakai dalam diskursus teologi agama-agama. Tipologi Tripolar digunakan untuk memetakan beragam pendekatan para teolog dan non-teolog Kristen mengenai relasi kekristenan dengan agama-agama lain. Pemetaan ini didasarkan pada kesamaan dan perbedaan cara pandang mereka terhadap agama-agama lain di luar Kristen. Alan Race mempopulerkan istilah Tipologi Tripolar yang menunjuk kepada tiga hal pokok dalam membahas teologi agama-agama yang dimaksud, yaitu: eksklusivisme, Inklusivisme dan Pluralisme.Berkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen (PAK), maka kehadiran teologi religionum menjadi dilematika dalam pelaksanaan PAK; sebab PAK menuntut pengakuan mutlak bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat umat manusia. Apapun alasan yang dipergunakan dalam membangun jembatan komunikasi dengan sesama pemeluk agama; PAK memberikan sikap yang jelas berkaitan dengan posisi keimanan orang percaya. Jadi hubungan dengan sesama pemeluk agama wajib dijaga dalam konteks fakta kemajemukan dalam masyarakat, namun keyakinan iman kepada Kristus tidak bisa diabaikan begitu saja.Kata Kunci: Dilematika, Keimanan, Pendidikan Agama Kristen, Teologi Religionum,

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

shan

Publisher

Subject

Religion Education

Description

Jurnal Shanan bertujuan untuk menerbitkan hasil penelitian dosen-dosen dan para alumni Prodi Magister Pendidikan Agama Kristen serta para pendidik agama di luar UKI. Jurnal Shanan pertama kali diterbitkan pada bulan Maret 2017 melalui penerbit UKI Press dengan nomor ISSN 2549-8061. Jurnal ini ...