GEMA KESEHATAN LINGKUNGAN
Vol 13, No 2 (2015): Gema Kesehatan Lingkungan

KOMPOS DARI KOYORAN DAN BULU SEBAGAI SOLUSI PENCEMARAN LIMBAH PADAT LINGKUNGAN INDUSTRI KULIT DI KAB. MAGETAN

Sunaryo . (Unknown)
Hery Koesmantoro (Unknown)
Sigit Gunawan (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Aug 2015

Abstract

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Industri Kulit dan produk Kulit Magetan menampung 35 perusahaandan 115 pengrajin penyamak kulit, dari proses ini dihasilkan limbah padat dalam bentuk koyorandan bulu dalam jumlah yang cukup besar.  Karakteristik limbah tersebut tidak mudah terurai,berbau spesifik sehingga cukup mengganggu lingkungan sekitar yang berdampak terhadap protesmasyarakat. Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan dan Institusi terkait harus bertanggungjawab untuk melakukan pembinaan agar permasalahan yang terjadi tidak semakin meluas. Koyoran dan bulu dilakukan fermentasi, dengan dikontrol pH dan suhu yang normal untukmendapatkan pupuk organik yang baik, dengan dilakukan pemeriksaan Nitrogen, kalium danPhosphat. Sampel penelitian adalah limbah padat  koyoran dan bulu hasil proses penyamakan kulitdi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Industri Kulit dan produk Kulit Magetan sebanyak 1000. Kg yangakan diproses menjadi pupuk kompos organik.Hasil penelitian didapatkan kandungan N, P dan K sebelum dan setelah perlakuan   fermentasipupuk organik:  Unsur N sebelum perlakuan 0,583 %, setelah perlakukan fermentasi pada hari ke 21 unsur  1,483 %. Unsur P sebelum perlakuan 0,521 %, setelah perlakukan fermentasi pada hari ke 21 unsur  0,11 %.  Unsur K sebelum perlakuan 3,241  %, setelah perlakukan fermentasi padahari ke 21 unsur  3,623 %.  Berdasar Permen Pertanian RI No: 28/permentan/SR.130/5/2009 tgl22 Mei 2009 kadar unsur N, P dan  K pada pupuk organik lebih kecil sama dengan 2 %. Pupuk organik mengandung unsur-unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan,perkembangan, kesehatan tanaman. Unsur-unsur hara itu terdiri dari: Unsur Nitrogen (N), untukpertumbuhan tunas, batang dan daun . Unsur Phosphat  (P) untuk merangsang pertrumbuhanakar, buah dan biji. Kesimpulan setelah dibandingkan dengan Ketentuan Permen Pertanian RI No:28/permentan/SR.130/5/2009 tgl 22 Mei 2009 kandungan N, P dan K  maka dapat disimpulkanbahwa untuk unsur N dan P sudah memenuhi sayarat sedangkan unsur K melebihi syarat. Saransampaikan untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan penelitian dengan bahan baku yang samaakan tetapi permasalah yang diteliti bagaimana menurunkan unsur K agar kompos memenuhisyarat sebagai pupuk organik.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

KESLING

Publisher

Subject

Environmental Science Health Professions Immunology & microbiology Public Health

Description

Jurnal ini menerima artikel dengan scope sanitasi lingkungan meliputi penyehatan air, pengolahan limbah, penyehatan makanan minuman, penyehatan tanah dan pengolahan sampah, sanitasi tempat umum, kesehatan keselamatan kerja, penyehatan udara sanitasi permukiman dan promosi kesehatan. ...