Metahumaniora
Vol 11, No 2 (2021): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2021

ANALISIS PENGGUNAAN HANYU PINYIN DALAM PELAFALAN BAHASA MANDARIN BERDASARKAN UNSUR PEMBENTUKNYA

Uray Afrina (Universitas Padjadjaran)
Tri Bigrit Cleveresty (Universitas Padjadjaran)



Article Info

Publish Date
29 Sep 2021

Abstract

Hanyu Pinyin dalam bahasa Mandarin adalah sistem romanisasi atau notasi fonetis dan alih aksara ke aksara Latin untuk bahasa Mandarin yang digunakan di Tiongkok, Taiwan, Malaysia, dan Singapura. Hanyu Pinyin disetujui penggunaannya oleh pemerintah Tiongkok pada tahun 1958. Hanyu Pinyin memiliki peran penting dalam memberikan bunyi pada penulisan karakter Mandarin/Hanzi. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode kajian pustaka dan metode analisis, penulis dapat menganalisis terdapat tiga unsur pembentuk Hanyu Pinyin, yaitu Initial/Shengmu, Final/Yunmu dan Nada/Shengdiao. Penggunaan Hanyu Pinyin dapat dilihat dari aturan pelafalan atau ejaan Hanyu Pinyin berdasarkan unsur pembentuknya tersebut.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

metahumaniora

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Metahumaniora adalah jurnal dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran sejak tahun 2012 dan bertujuan menyebarluaskan pemikiran-pemikiran konseptual maupun hasil riset yang telah dicapai dalam rumpun ilmu humaniora. Fokus dan ruang ...