Kegiatan penambangan memberikan banyak manfaat bagi perkembangan ekonomi masyarakat dan pendapatan suatu daerah. Perubahan bentuk lahan, erosi dan sedimentasi merupakan dampak negatif akibat kegiatan penambangan. Identifikasi tingkat erosi perlu dilakukan untuk mengetahui penipisan tanah akibat kegiatan penambangan. Metode USLE yang dikembangkan oleh Wiscmeier dan Smith (1978) digunakan untuk mengetahui tingkat erosi yang selanjutnya dilakukan klasifikasi tingkat erosi berdasarkan Peraturan Menteri Khutanan Republik Indonesia Nomor : P. 32/Menhut-II/2009. Hasil perhitungan tingkat erosi di lokasi penelitian menunjukkan terdapat 2 stasiun pengamatan yang berada di kawasan penambangan dalam kategori sangat berat dan berat yaitu ST Pener 1 dan ST Pener 2. Kondisi erosi yang berada pada kategori sangat berat dan berat di ST Pener 1 dan ST Pener 2 memerlukan adanya penanganan baik secara edukasi, vegetatif ataupun teknis
Copyrights © 2021