Masa perkembangan anak adalah suatu kondisi dimana mereka akan berubah dari waktu ke waktu. Perubahan ini bisa berbentuk sikap, kepribadian, atau psikologisnya. Agar perkembangan anak tidak terhambat, orang tua dan guru sangat dibutuhkan untuk membimbing mereka. Perkembangan ini juga dapat dibentuk melalui suatu hubungan atau ikatan melalui interaksi sosial. Misalnya ada suatu interaksi sosial yang terjadi antara anak autis dan anak yang pasif di dalam kelas. Interaksi antara anak autis dengan anak pasif juga merupakan bagian dari proses interaksi yang terjadi di dalam lingkungan sekolah. Namun, interaksi ini seringkali terjadinya miscommunication. Masalah yang di hadapi anak autis adalah masalah komunikasi, sosialisasi, kelainan penginderaan, bermain dan perilaku. Sedangkan masalah anak pasif adalah tidak mau bersosialisasi bahkan cenderung menutup diri. Oleh sebab itu, interaksi ini terkadang menjadi penghambat perkembangan anak dan menimbulkan berbagai persepsi. Lalu, keadaan ini menjadi salah satu daya tarik peneliti untuk mengangkat masalah tentang hubungan interaksi dengan perkembangan anak. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif secara deskriptif korelasi. Penelitian di lakukan di PAUD Baitul Muttaqien kalideres Jakarta Barat selama 3 (tiga) bulan, yaitu dimulai bulan Juli 2021 sampai dengan bulan Agustus 2021. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah guru dan anak sebanyak 36 orang. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji korelasi. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan secara deskriptif antara interaksi sosial anak autis dengan anak pasif. Dan adanya hubungan antara interaksi sosial dengan perkembangan anak di PAUD Nusa Mandiri Satu Kabupaten Sukabumi
Copyrights © 2021